Senin, 22 Februari 2010

TUJUAN PENDIDIKAN

APA TUJUAN PENDIDIKAN?
Atas pertanyaan tersebut, jangan berikan jawaban yang normatif  "letterlijk". Karena, seperti biasa, norma di atas kertas hanyalah tulisan, jika tanpa implementasi, aktualisasi, dan internalisasi. Makna pendidikan sedemikian luasnya. Banyak ahli dan birokrasi telah memberikan pengertian tentang tujuan pendidikan. Secara sederhana pendidikan dimaksudkan sebagai "memanusiakan manusia". Pada masanya, definisi pendidikan pada Undang-undang yang berlaku, dianggap sudah cukup. Tapi seiring guliran waktu, ternyata definisi itu kemudian dianggap tidak memadai lagi. Maka dibuatlah definisi baru. Pendidikan dimaksudkan untuk menanamkan nilai-nilai, norma, dan etika yang berlaku dalam masyarakat. Pendidikan penting untuk meneruskan peradaban. Pendidikan bertujuan mengajarkan cara hidup bermasyarakat. Pendidikan dilaksanakan untuk menghindari terjadinya "generasi yang hilang". Masih banyak cara dan kata-kata lain untuk menggambarkan maksud, tujuan, dan manfaat pendidikan.
Pertanyaannya sekarang, siapa yang melaksanakan pendidikan? Sudahkah mereka benar-benar "siap"? Bagimana caranya menciptakan pelaku pelaksana pendidikan yang mumpuni? Bagaimana menjamin proses pendidikan itu dapat berlangsung secara benar, efektif, dan efisien, serta benar-benar mendidik dengan cara-cara yang logis, teoretis, aplikatif, dan fleksibel?
Memang kemudian kita dapat dengan mudah menimpakan semuanya pada "pemerintah" atau pada "kurikulum". Tapi tentu saja persoalan tidak selesai sampai disitu.