Tampilkan postingan dengan label profesionalisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label profesionalisme. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Maret 2020

Sidang Terbuka Promosi Doktor Apri Wahyudi di UNJ

DOSEN STIT Pringsewu Apri Wahyudi, dinyatakan lulus dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor, Program Pendidikan Dasar di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Senin (24/02/2020). Apri Wahyudi dinyatakan berhak menyandang gelar doktor, yang dalam sidang memperoleh predikat dengan pujian. Ia menyelesaikan program S3 dalam waktu empat tahun.
Dengan demikian bertambah lagi dosen STIT Pringsewu bergelar doktor, yang akan memperkuat kualitas proses pembelajaran.
Disertasi Apri Wahyudi mengkaji tentang evaluasi implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) dalam Mendukung Pendidikan Dasar di Kota Metro Lampung.
Berdasarkan hasil penelitiannya, Apri Wahyudi merekomendasikan kepada pemangku kepentingan (stakeholders) bahwa dalam PKH hendaknya dapat lebih memperhatikan jumlah komponen dalam keluarga terkait besaran kebutuhan yang bervariasi dalam setiap keluarga penerima manfaat.
Selanjutnya, PKH hendaknya lebih memfokuskan pada proses penyadaran pada RTSM/KSM agar tidak ada lagi ketergantungan terhadap bantuan-bantuan lainnya. Proses pemutakhiran data harus lebih ditingkatkan lagi. Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan agar nominal besaran dana bantuan diterima oleh mereka yang layak menerima dana bantuan PKH.
Apri Wahyudi juga merekomendasikan agar koordinasi antar-lembaga perlu terus ditingkatkan, baik antara lembaga PKH dengan lembaga pemerintah maupun lainnya.Hal ini penting guna meningkatkan kualitas pelayanan dan agar berjalan lebih efektif.
Kepada instansi pendidikan, Apri Wahyudi merekomendasikan bahwa dengan PKH dapat memberikan reward bagi siswa-siswi yang mendapatkan prestasi di sekolah, baik prestasi akademik maupun prestasi nonakademik serta dapat memberikan bantuan pendidikan yang lebih tinggi.







Rapat Koordinasi Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Se-Sumbagsel

BANDAR LAMPUNG - Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) Se-Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) mengadakan rapat koordinasi di Hotel Golden Tulip Springhill Bandar Lampung, Jumat dan Sabtu, 6 - 7 Maret 2020.
Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pringsewu Dwi Rohmadi Mustfa,M.Pd., bersama Nurhadi Kusuma, MM. (Ketua LPM) turut dalam kegiatan ini.
Rapat koordinasi pimpinan ini dihadiri oleh 46 rektor/ketua perguruan tinggi. Agendanya membahas tentang potensi SDM khususnya Sarjana agar siap bersaing di tingkat nasional maupun regional menyongsong kampus merdeka.
Rakor juga membahas tentang meningkatkan peran alumni perguruan tinggi pada tataran keahlian, profesionalisme dan praktisi dalam mengelola SDA maupun SDM yang ada di Sumbagsel.
Turut menjadi narasumber dalam kegiatan ini, antara lain Koordinator Kopertais Wilayah VII yang juga Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof. Drs. HM. Sirozi, Ph.D, Sekretaris Kopertais VII Sumbagsel Drs. H. Herizal, M.A, para narasumber Prof. Dr. Tulus Suryanto, M.M., Akt., CA (UIN Raden Intan Lampung), Dr. Yoris Adi Maretta, M.Pd. (Universitas Negeri Semarang) dan Ketua Forum PTKIS Wilayah VII Drs. H. Taufik Sakni, M.Pd.I. 

Rakor Pimpinan PTKIS Kopertais VII Sumbangsel


Dr. Yoris Adi Maretta, M.Pd. (Universitas Negeri Semarang)



Rakor Pimpinan PTKIS Kopertais VII Sumbangsel


 Koordinator Kopertais Wilayah VII yang juga Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof. Drs. HM. Sirozi, Ph.D.
Prof. Tulus Suryanto


 Koordinator Kopertais Wilayah VII yang juga Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof. Drs. HM. Sirozi, Ph.D.

Minggu, 02 Februari 2020

Dosen STIT Pringsewu Raih Gelar Doktor

DOSEN STIT Pringsewu Moh Masrur, dinyatakan lulus dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor di Pascasarjana UIN Raden Intan, Sabtu, 25 Januari 2020. Ia meneliti tentang teori dan praktik penggerakan, sebagai bagian utama suatu organisasi. Dalam menyusun disertasinya, Masrur menelisik ke berbagai kitab dan literatur dari yang klasik sampai kontemporer. Tak kurang dari 316 literatur dikaji secara mendalam. Konsep pengorganisasian itu lebih spesifik dikaji dalam Perspektif Islam sebagai materi disertasinya.


Masrur mengungkapkan, bahwa dirinya akan berusaha menerapkan hasil penelitian tersebut dalam lembaga pendidikan dan berharap banyak lembaga yang nantinya menerapkan konsep yang Islami. 
Menurut ayah dua anak ini, kini semakin menjamur lembaga yang menggunakan label Islam, khususnya lembaga pendidikan. "Banyak lembaga, khususnya pendidikan yang berlabel Islam, tapi menurut saya kurang menerapkan nilai-nilai keislaman," kata dia.
Padahal, menurut dia, hal tersebut sudah termaktub dalam Al-Qur'an serta as-sunah. Namun, banyak lembaga menggunakan konsep pengorganisasian barat. Disertasi ini menegaskan nilai-nilai keislaman dalam pengorganisasian.
Secara teknis konsep, pengorganisasian Islam banyak kesamaan dengan konsep pengorganisasian dalam manajemen konvensional. Yang menjadi pembeda adalah ada dasar ketuhanan dalam konsep Islam. "Jadi, ada nilai-nilai spiritual. Dalam konsep pengorganisasian Islam tidak seperti yang konvensional," ujarnya. 
Dia mencontohkan, dalam konsep manajemen Islam ada misalnya, 'bayarlah upah buruhmu sebelum kering keringatnya', tapi dalam konsep manajemen konvensional tidak seperti itu. 
"Mesti dilakukan evaluasi dan dihitung pencapaian target serta untung rugi oleh pemberi kerja," ucapnya.  





Dengan lulusnya Moh Masrur, UIN Raden Intan genap telah melahirkan 100 orang doktor.  
Rektor UIN Raden Intan Prof Moh Mukri berharap kelulusan mahasiswanya itu mampu memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.
"Semoga doktor ke 100 mampu memberikan manfaat dan berguna bagi bangsa, negara, serta agama ke depannya," pungkasnya.
Sidang tersebut diselenggarakan di ruang sidang pascasarjana UIN Raden Intan, gedung utama lantai II. Sidang selama dua jam ini berlangsung lancar.
Sementara, pengujian disertasi tersebut dipimpin langsung boleh Rektor UIN Raden Intan Prof. Dr. Moh. Mukri, serta 5 penguji lainnya. Turut hadir dalam promosi doktor tersebut Ketua Yayasan Pendidikan Startech Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I., Al-Hafizd, Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi Mustofa, M.Pd., para kolega dan keluarga. (*)

Sabtu, 18 Januari 2020

STIT Pringsewu Gelar Workshop Penyusunan Karya Ilmiah


STIT Pringsewu Mengadakan Workshop Penyusunan Karya Ilmiah bagi Mahasiswa

Mahasiswa sebagai calon sarjana wajib memiliki kemampuan menyusun karya ilmiah. Kemampuan ini perlu terus dikembangkan, sehingga bermanfaat dalam menunjang tugas-tugas di masyarakat.
Untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan itu mahasiswa, STIT Pringsewu mengadakan Workshop Penyusunan Karya Ilmiah, Sabtu (18/01/2020). 
Kegiatan yang diikuti 69 mahasiswa ini menghadirkan narasumber Hi. Salamun, M.Pd.I., Eri Purwanti, M.Pd., Amrullah Khoirul Maarif, M.Pd.
Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi Mustofa, M.Pd., dalam sambutannya mengatakan, mahasiswa harus menjadi pribadi yang senantiasa menunjukkan sikap ilmiah, berpikir ilmiah, dan menghasilkan karya ilmiah. “Kesarjanaan seseorang antara lain dicirikan dengan sikap dan perilaku ilmiah. Maka para mahasiswa wajib mengasah terus menerus kemampuan-kemampuan berpikir dan berkarya ilmiah,” ucapnya.
Melalui workshop ini, lanjut Dwi Rohmadi, diharapkan menghasilkan integrasi pengetahuan dan terbentuk keterampilan serta hasil karya ilmiah mahasiswa yang lebih baik.
Para narasumber menyampaikan materi secara interaktif dan membimbing setiap peserta dalam menyusun karya ilmiah baik berupa rancangan skripsi maupun artikel jurnal.









Sabtu, 07 Desember 2019

Peran Bahasa Arab sebagai Bahasa Ilmu Pengetahuan dan Dakwah

**Syaikh Abdullah Mahmud Al-Syarif Beri Kuliah Umum di STIT Pringsewu

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pringsewu mengadakan kuliah umum dengan tema Urgensi Bahasa Arab dalam Pengembangan Pendidikan Islam, Sabtu (7/12) di aula kampus setempat. Kuliah umum oleh narasumber Syaikh Mahmud Ibnu Abdullah Ibnu Mahud Al Syarif dari Mesir ini diikuti ratusan mahasiswa dan dosen.
Syaikh Mahmud dalam paparannya mengatakan, Bahasa Arab merupakan bahasa yang sangat penting bagi persatuan umat Islam. Selain sebagai bahasa yang digunakan dalam Al-Qur’an, bahasa Arab juga penting sebagai bahasa komunikasi antarbangsa dan ilmu pengetahuan.
Anggota Lembaga Penelitian Ekonomi Islam Universitas Al Azhar ini mencontohkan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.  “Sama seperti bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu. Indonesia ini memiliki banyak bahasa daerah, bahasa Arab juga berfungsi sebagai pemersatu bagi umat Islam,” ujarnya.


Menurut dia, bahasa Arab itu mudah dipelajari bila memiliki niat yang baik. Sebaliknya akan dirasakan sulit bila mempelajari bahasa Arab dengan maksud untuk tujuan negatif. Itu semua datangnya dari Allah SWT. “Jadi belajar bahasa Arab diniatkan untuk ilmu pengetahuan dan ibadah,” imbuhnya.
Syaikh Mahmud telah banyak menulis buku dalam bidang ekonomi Islam dan bidang bahasa Arab.  Ia menambahkan, Bahasa Arab juga memiliki banyak kosa kata, untuk mengartikulasikan suatu ide atau pendapat. Bahasa Arab, lanjutnya, berperan penting dalam dakwah dan pengembangan Islam.
Syaikh Mahmud juga menjelaskan beberapa kaidah dalam bahasa Arab serta cara mepelajarinya. “Para mahasiswa yang duduk di perguruan tinggi ini adalah jenjang terakhir dalam pendidikan. Jadi belajarlah yang sungguh-sungguh dan bertanggungjawab. Masa depan ada di pundak para mahasiswa. Anda sudah dewasa, yang berbeda cara belajarnya dengan pelajar di jenjang sekolah menengah,” papar pria kelahiran Palestina ini.




Sementara, Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi Mustofa, M.Pd., mengatakan, kuliah umum dengan menghadirkan dosen tamu merupakan program akademik yang rutin dilaksanakan di kampusnya. “Kegiatan seperti ini dimaksudkan untuk menambah wawasan mahasiswa, khususnya dalam penggunaan bahasa Arab. Dengan menghadirkan penutur asli, tentu mahasiswa dapat memiliki perbandingan yang nyata dalam penggunaan bahasa Arab, sehingga signifikan untuk penguasaan bahasa Arab,” tuturnya.
Mahasiswa sangat antusias mengikuti kuliah umum yang dimoderatori Ustadz Moh. Masrur, M.Pd.I., ini. Saat sesi tanya jawab, puluhan mahasiswa dengan semangat mengajukan pertanyaan maupun tanggapannya. (*)

Selasa, 17 September 2019

Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis KKNI

Dosen STIT Pringsewu Eri Purwanti, M.Pd., dan Maya Aulia, M.Pd. mengikuti Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang diselenggarakan oleh Koordinasi Perguruan Tinggi Agama Islam (Kopertais) Wilayah VII Sumatera Bagian Selatan.
Workshop yang berlangsung tiga hari (9 s.d. 11 September 2019) di Palembang itu diikuti 40 peserta dari 17 perguruan tinggi di Sumbagsel.


Rabu, 09 Mei 2018

BAZAR KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA STIT PRINGSEWU

Mahasiswa STIT Pringsewu menggelar bazar aneka produk di Balai Pekon Podomoro, Kecamatan Pringsewu, selama tiga hari, Jumat (20/4) hingga Minggu (22/4).
Kegiatan ini selain merupakan tugas dalam mata kuliah Kewirausahaan yang diampu Dedi Irawan, juga ajang menggali dan mengembangkan potensi diri, mengidentifikasi potensi pasar, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ketua Panitia Pelaksana, Fuad mengatakan, melalui bazar ini pihaknya berharap mendapat pengetahuan dan keterampilan tentang bagaimana praktik berwirausaha yang baik.
Saat membuka bazar, Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi Mustofa, M.Pd., menyatakan, STIT Pringsewu memiliki ciri khas yaitu membekali mahasiswa dengan berbagai keterampilan lunak, antara lain kemampuan adaptasi terhadap perubahan lingkungan strategis.
“Praktik kewirausahaan ini dalam rangka mengasah kemampuan dan sekaligus mengenali potensi diri sehingga nantinya mahasiswa dapat memiliki beragam keterampilan yang bermanfaat saat terjun di tengah masyarakat,” tuturnya.

Dwi Rohmadi menambahkan, mahasiswa diharapkan tekun mencermati potensi yang ada di sekitar, dan secara kreatif dan inovatif memberikan nilai tambah terhadap suatu produk maupun jasa.
“Kewirausahaan ini bukan hanya membuat produk dan memasarkannya, tetapi lebih dari itu. Kewirausahaan adalah keterampilan lunak yang bermanfaat bagi mahasiswa nantinya. Kembangkan sektor jasa yang dibutuhkan masyarakat. Teruslah berlatih dan berfikir di luar kotak (out of the box),” jelasnya.
Ketua STIT Pringsewu ini mencontohkan, sektor jasa di masa depan sangat terbuka lebar. “Bisa saja para mahasiswa ini nantinya membuka biro perjalanan wisata ke bulan. Memang saat ini sepertinya tidak mungkin, tetapi saya yakin di masa depan hal itu bisa terjadi,” kata dia.
Dalam acara pembukaan ini dihadiri juga oleh Wakil Ketua I STIT Pringsewu Moh. Masrur, M.Pd.I, aparatur pekon Hendrawan, para dosen, mahasiswa, dan warga masyarakat sekitar. (darma)

Selasa, 08 Mei 2018

Mahasiswa STIT Pringsewu Dibekali Keterampilan Membuat Multimedia Interaktif

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pringsewu menggelar seminar dan workshop multimedia pembelajaran interaktif.
Seminar yang digelar di aula kampus setempat itu dihadiri Kepala Kemenag Pringsewu Drs H. M Yusuf, MM, Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi Mustofa, M. Pd, Perwakilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung Dra. Nilawati dan Koimah, SH., MM., Didik Sri Utama, M.Pd., beserta dosen dan staf STIT Pringsewu, Rabu (25/4).

Ketua STIT Pringsewu, Dwi Rohmadi dalam sambutannya mengatakan, seminar dan workshop ini merupakan ajang memperkaya khazanah mahasiswa dan membekali mereka dengan keterampilan membuat media atau multimedia yang interaktif dan menyenangkan. Sebab, menurut dia, di era teknologi informasi sekarang, mahasiswa harus adaptif terhadap perubahan masa depan, dan juga harus mampu memetakan apa yang terjadi di masa depan.
“Mahasiswa harus dapat memanfaatkan media dari sisi positif. Mahasiswa Tarbiyah, sebagai calon pendidik di masa yang akan datang, merupakan pembaharu, dan penanam nilai moral masa depan,” ujarnya.
Menurut Dwi Rohmadi, mahasiswa harus mempunyai keterampilan membuat media pembelajaran yang interaktif, sehingga pembelajaran yang dilaksanakan bisa efektif, efisien, serta menggembirakan.
Media, lanjut Dwi Rohmadi, merupakan bagian penting dari komponen pembelajaran, sesuai dengan tujuh komponen pendidikan yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan lainnya, yaitu, guru, siswa, tujuan kurikulum, media, metode, materi, dan evaluasi.


Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu, M Yusuf, mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini, karena dirasa perlu dalam dunia pendidikan, sehingga mahasiswa mampu berkiprah dan mengaplikasikannya ke masyarakat.
“Ke depan, kita upayakan menjalin kerjasama dalam menjalani pembinaan keagamaan dalam masyarakat,” ujarnya.
Ruly Nadian Sari, sebagai dosen pengampu mata kuliah media pembelajaran, berharap agar mahasiswa lebih termotivasi dan lebih menggali pengetahuan dan wawasan yang lebih luas.
“Sebab, kalau hanya mengandalkan perkuliahan dalam kelas, itu dimungkinkan kurang cukup dalam membekali para mahasiswa ke depannya. Kita menganut long life education, pendidikan sepanjang hayat, karena pengetahuan didapat dari siapapun, kapanpun, dan di manapun, termasuk kegiatan seminar ini,” jelasnya. (darm)