Kamis, 03 Oktober 2019

Syeh Al Ngarifin Jabat Waka III STIT Pringsewu


Ketua Yayasan Pendidikan Startech Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I., Al Hafizd, mengukuhkan Syeh Al Ngarifin, M.Pd.I., sebagai Wakil Ketua III STIT Pringsewu, menggantikan Muhammad Idris, M.Pd.I. 
Muhammad Idris sendiri kemudian dikukuhkan sebagai Ketua STIT Tanggamus periode 2019-2022. Acara berlangsung di Aula Lantai II kampus STIT Pringsewu, Selasa, 1/10/2019, dihadiri Ketua  STUT Pringsewu, para ketua Prodi dan Lembaga, para dosen dan staf serta perwakilan mahasiswa.


Dalam sambutannya, Abdul Hamid menyampaikan terima kasih kepada Muhammad Idris dalam melaksanakan jabatan wakil ketua III STIT Pringsewu, hingga akhinrya saat ini dipercaya memimpin STIT Tanggamus hingga 2022.
“Saya berterima kasih kepada Pak Muhammad Idris sebagai Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan atas dedikasinya selama ini. Selamat datang juga untuk Pak Syeh Alngarifin yang akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan Waka Kemahasiswaan sebelumnya. Saya bangga dengan hasil yang telah didapatkan dalam bidang kemahasiswaan ini, dan semoga bisa diteruskan oleh pejabat yang baru,” kata Hamid.
Muhammad Idris dalam sambutannya juga menyampaikan terima kasih karena dipercaya memimpin STIT Tanggamus. Pihaknya, berkomitmen untuk terus melakukan kerjasama dengan berbagai pihak guna membantu dan mewujudkan keberhasilan STIT Tanggamus.




Sementara itu, Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi Mustofa mengatakan, bidang kemahasiswaan merupakan bidang yang sangat penting. “Bidang ini laksana jantung kampus. Mengapa? Karena seemua aspek tridarma perguruan tinggi tercakup dalam bidang kemahasiswaan. Artinya bidang kemahasiswaan harus mampu mengimplementasikan tridarma secara utuh," ujarnya.
Dwi Rohmadi menuturkan, kemahasiswaan pada hakikatnya menjembatani kepentingan mahasiswa dan lembaga serta antarmahasiswa. "Jadi bagaimana mendorong minat dan bakat mahasiswa sehingga mampu melahirkan mahasiswa yang profesional dan berkarakter. Selain itu juga menjadi lahan persemaian bibit-bibit pemimpin masa depan. Kita harus bisa melahirkan kader-kader pemimpin yang mampu menghadapi situasi masa depan, yang lebih baik dari generasi sebelumnya," paparnya.
Dwi Rohmadi juga mengungkapkan, bidang kemahasiswaan menjadi sangat strategis dalam menempa mahasiswa agar menjadi generasi ulul albab, penerus estafet kepemimpinan, memiliki kedisiplinan dan tanggung jawab serta tangguh menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
"Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan ikhtiar Pak Idris selama ini dan semoga Wakil Ketua III yang baru dapat terus meningkatkan kinerja, bersama-sama mahasiswa mendinamika kegiatan-kegiatan yang bermanfaat baik bagi pengembangan mahasiswa, maupun bagi lembaga dan masyarakat," ucapnya. (*)

Selasa, 17 September 2019

Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis KKNI

Dosen STIT Pringsewu Eri Purwanti, M.Pd., dan Maya Aulia, M.Pd. mengikuti Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang diselenggarakan oleh Koordinasi Perguruan Tinggi Agama Islam (Kopertais) Wilayah VII Sumatera Bagian Selatan.
Workshop yang berlangsung tiga hari (9 s.d. 11 September 2019) di Palembang itu diikuti 40 peserta dari 17 perguruan tinggi di Sumbagsel.


Dosen STIT Pringsewu Ikuti International Conference Islamic Development Studies (ICIDS)

Lima dosen STIT Pringsewu mengikuti International Conference Islamic Development Studies (ICIDS) Pertama yang diadakan di Hotel Bukit Randu, 10 September 2019. Konferensi ini menghadirkan narasumber dan pakar dari berbagai perguruan tinggi  dari lima negara, Thailand, Malaysia, Maldives, Philipine, dan Indonesia.

Selasa, 27 Agustus 2019

STIT Pringsewu Wisuda 69 Lulusan

SEBANYAK 69 lulusan STIT Pringsewu mengikuti prosesi wisuda pada Sabtu (24/8) di halaman kampus setempat di Gadingrejo. Acara ini juga dihadiri Sekretaris Koordinatoriat Perguruan Tinggi Agama Islam (Kopertais Wilayah VII) Sumatera Bagian Selatan, Dr. Herizal, MA., dan Wakil Bupati Pringsewu  Dr. H. Fauzi.


Dalam wisuda ini terpilih sebagai wisudawan terbaik masing-masing Manuroh dari Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Aprizon dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Hizbulloh dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA).
Herizal dalam sambutannya mengatakan, wisuda merupakan tradisi akademik yang merupakan deklarasi bahwa para lulusan merupakan insan akademik. Dengan demikian, lanjut Herizal, ada konsekuensi dan tanggung jawab sebagai bagian dari insan akademik, atau civitas akademika.
"Civitas akademika ini dicirikan oleh semangat terus belajar, menjadikan membaca sebagai kewajiban, dan mengungkapkan pendapat atau pandangan secara logis serta berbasis data. Jadi para wisudawan mulai hari ini harus memiliki perbedaan dibanding sebelumnya. Bila berbicara harus logis, faktual, dan bukan isu," paparnya.



Herizal berpesan kepada wisudawan agar mampu membaca peluang-peluang dan kesempatan di masa depan. Seorang sarjana, kata Herizal, memiliki kemampuan memandang sesuatu yang belum ada di masa depan.
Sekretaris Kopertais Wilayah VII ini juga mengajak kepada masyarakat Pringsewu dan Lampung pada umumnya untuk bersama-sama mengembangkan STIT Pringsewu.
“STIT Pringsewu, sebagai institusi pendidikan merupakan milik semua masyarakat (stakeholder). Kami membina semua perguruan tinggi keagamaan Islam di Sumatera Bagian Selatan, dan kami pastikan STIT Pringsewu sangat baik dalam pengelolaan dan legalitas,” ujarnya.





Sementara itu Wakil Bupati Pringsewu Dr. H. Fauzi mengharapkan agar wisudawan tidak berhenti belajar. Wisuda, lanjut Fauzi, adalah awal baru memasuki babak dunia nyata. Artinya, yang tadinya mahasiswa berinteraksi di kampus dengan sesama mahasiswa dan dosen, maka setelah wisuda dan menjadi seorang sarjana bergaul di masyarakat.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan dan terima kasih kepada para orang tua/wali yang telah mencurahkan segenap waktu, tenaga, biaya untuk pendidikan anak-anaknya. Ini berarti membantu pemerintah dalam meningkatkan pendidikan.






 (*)

Pembekalan Calon Wisudawan

PARA calon wisudawan STIT Pringsewu, Jumat (23/8) mengikuti Pembekalan dengan tema "Kontribusi Alumni STIT Pringsewu dalam Transformasi Komunikasi di Era Digital". Narsumber kegiatan ini adalah Juwendra Asdiansyah, Pemimpin Redaksi duajurai.co. Calon sarjana yang akan mengikuti wisuda ini sangat antusias mengikuti semua sesi Pembekalan.



Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi Mustofa, M.Pd., dalam pengantarnya mengungkapkan pentingnya penguasaan teknik, dan metode komunikasi. Apalagi di era perkembangan pengetahuan, teknologi, dan informasi saat ini. Dinamika teknologi sedemikian pesat.

"Sarjana hendaknya memiliki kemampuan kunci, yaitu komunikasi. Semua program, rencana, kegiatan atau apapun, membutuhkan jalinan komunikasi yang baik. Tanpa komunikasi yang baik, sulit mengharap keberhasilan," ucapnya.


Juwe, sapaan akrab Juwendra, mengupas model-model komunikasi kekinian. Termasuk bagaimana memanfaatkan media untuk kepentingan pendidikan, dakwah, dan pengembangan diri.

"Jadilah sarjana yang memiliki rasa percaya diri, bisa "menjual", dalam arti memiliki daya saing. Ini artinya Anda harus punya "merek" atau Anda mesti bisa melakukan "branding" terhadap diri Anda sendiri. Sukses itu ukurannya subyektif, dan itu Andalah yang menentukan," ucap aktivis 1998 yang juga pernah menjadi Pemimpin Redaksi Teknokra, Unila ini. (*)

Yudisium 69 Lulusan STIT Pringsewu

SEBANYAK 69 sarjana lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pringsewu mengikuti prosesi Yudisium di aula kampus setempat, Kamis (22/8/2019).
Di antara lulusan tersebut terdapat 6 santri Pondok Pesantren Baitul Qur’an, yang juga menjadi mahasiswa STIT Pringsewu. Beberapa mahasiswa santri ini sudah menghafal Al-Quran 30 Juz.


Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan Pendidikan Startech Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I., Al-hafizd., Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi Mustofa, M.Pd., Wakil Ketua I Moh. Masrur, M.Pd.I., Wakil Ketua II Dedi Irawan, SE., ME.Sy., Wakil III Muhammad Idris, M.Pd.I; Ketua Prodi Manajemen Pendidikan Islam Hi. Salamun, M.Pd.I; Kaprodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Eri Purwanti, M.Pd., Kaprodi Pendidikan Bahasa Arab Amrullah Khoirul Ma’arif, M.Pd., serta dosen dan tenaga kependidkan kampus STIT Pringsewu.


Wakil Ketua I STIT Pringsewu Moh. Masrur, M.Pd.I dalam laporan menyebutkan, peserta yudisium sebanyak 69 orang, Manajemen Pendidikan Islam 31 orang, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 19 orang dan Pendidikan Bahasa Arab 19 orang.
Ketua Yayasan Pendidikan Startech Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I., dalam sambutannya mengatakan, para lulusan ini memiliki tanggung jawab masa depan bangsa dan negara. Mereka diharapkan teerus maju dan berkembang. "Perjuangan yang lebih besar adalah dengan memasuki pasar kerja diperlukan usaha dan kerja keras untuk mengubah masa depan yang lebih baik dan bermartabat," ujarnya.




Sementara itu, Ketua  STIT Pringsewu Dwi Rohmadi menuturkan, sarjana lulusan STIT Pringsewu dituntut mampu menunjukkan kualitas diri, konsisten, komitmen, dan mampu berkolaborasi dengan semua elemen masyarakat. 
"Jadilah sarjana yang mumpuni, adaptif, dan berkontribusi positif mengembangkan sumber daya dan membangun pendidikan masyarakat. Sarjana pendidikan punya peranan penting dalam membangun dan mendorong tumbuh kembangnya semua tatanan masyarakat. Canangkan cita-cita yang tinggi dan berusahalah meraihnya. Teruslah berprestasi melampui capaian generasi sebelum Anda," paparnya.
Dwi Rohmadi mengucapkan selamat dan sukses kepada para sarjana lulusan STIT Pringsewu tahun 2019. Jaga nama almamater kampus STIT Pringsewu. "Kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan, usaha, dan pengorbanan yang diberikan selama ini untuk keberhasilan menempuh pendidikan di STIT Pringsewu ini," ujar pria yang juga Koordinator Divisi Keelembagaan, Perkumpulan Ahli dan Dosen (P-ADRI_) Lampung ini.

Jumat, 19 Juli 2019

Jalin Kerjasama dengan Istanbul Foundation, Turki

Guna mengoptimalkan Tridarma perguruan tinggi, STIT Pringsewu menggandeng Istanbul Foundation, Turki. Naskah kerjasama itu ditandatangani antara Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi Mustofa, M.Pd., dengan Head of Istanbul Foundation Mr. Said Yuce, MA., di Indralaya, Sumatera Selatan, Kamis, 18 Juli 2019.


Kerjasama ini mencakup semua bidang Tridarma PT, di antaranya penelitian, publikasi, penulisan jurnal, pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, pelatihan, lokakarya, seminar, dan sebagainya.
Penandatanganan ini dirangkai dengan Seminar International dengan tema Reactualization of Education Based on Al Qur’an, In Development World, yang dihelat di kampus STIT Al-Qur’an Al-Ittifaqiyah, Indralaya.
Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi mengungkapkan, pihaknya bersyukur bisa bermitra dengan Istanbul Foundation Turki, yang memang konsen dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Lembaga ini telah bekerjasama dengan banyak perguruan tinggi di lebih dari 100 negara.
“Kami juga fokus pada peningkatan mutu proses pendidikan dan penelitian, sehingga kerjasama ini berkontribusi yang sangat bermakna,” ujarnya.
Melalui forum seminar, Dwi Rohmadi melanjutkan, dapat berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik (best practis) manajemen lembaga dan sebagainya.
Selain itu juga mendalami topik-topik yang menjadi tantangan baik di bidang pendidikan, keagamaan, sosial, humaniora, dan lain sebagainya yang dihadapi bangsa Indonesia.
Seminar Internasional itu sendiri menghadirkan enam narasumber antara lain Prof. Alparcian Acikgenc, Ph.D., Prof. Ahmet Kayacik, Ph.D., Dr. Osman Yapar, Dr. Afriyantoni, Bahrum Amir, M.Pd., dan Prof. Dr. Syaripuddin Basyar.*

Kamis, 06 Juni 2019

Prodi Manajemen Pendidikan Islam STIT Pringsewu Raih Akreditasi B

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pringsewu makin mengukuhkan dirinya sebagai salah satu perguruan tinggi bidang tarbiyah terbaik se-Kabupaten Pringsewu. Hal ini menyusul keluarnya hasil Akreditasi BAN-PT yang memberikan peringkat Terakreditasi B untuk Progam Studi S1 Manajemen Pendidikan Islam. Keputusan BAN-PT ini dikeluarkan berdasarkan SK No: 1821/SK/BAN-PT/Akred/S/V/2019 yang berlaku sampai 28 Mei 2024.



Proses akreditasi dimulai sejak dimasukkannya Borang Akreditasi Prodi S1-Manajemen Pendidikan Islam STIT Pringsewu tanggal 20 September 2018, dilanjutkan dengan visitasi para asesor BAN-PT ke STIT Pringsewu tanggal 15-17 Mei 2019. Pimpinan STIT Pringsewu saat visitasi menemui dua Asesor yaitu Dr. Muhammad Samsul Hady, M.Ag (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang) dan Dr. Mahmud Arif, M.Ag (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), dimana proses pendalaman atas informasi yang disampaikan di dalam Borang dilakukan menggunakan metode cek-silang antara pimpinan, dosen, mahasiswa, alumni dan pengguna alumni.



Dengan hasil menggembirakan ini, maka STIT Pringsewu merupakan satu-satunya kampus tarbiyah yang Terakreditasi B, dan ini mengukuhkan STIT Pringsewu sebagai kampus tarbiyah terbaik di Kabupaten Pringsewu.
Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi Mustofa, M.Pd., mengatakan, status akreditasi menunjukkan adanya penjaminan mutu oleh lembaga eksternal yang berarti pengakuan yang semakin mantap. Terlebih dengan peringkat B.
“STIT Pringsewu berkomitmen terus meningkatkan mutu, baik input, proses, maupun output. Kami terus berupaya memberikan layanan yang terbaik dan memenuhi standar atau kriteria yang ditetapkan. Bahkan kami berupaya melampaui standar, dengan memberikan nilai plus kepada lulusan, dengan ciri khas tertentu,” urainya.
Dwi Rohmadi melanjutkan, status akreditasi merupakan pengakuan dari masyarakat, yang dengan demikian pihaknya akan menjaga hal itu dengan sangat serius, ketat, dan disiplin. “STIT Pringsewu selalu menjaga amanah, sebagai lembaga pendidikan tinggi, yang berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” imbuhnya.
Terpisah, Wakil Bupati Pringsewu Dr. Hi. Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., CA mengucapkan selamat dan sukses kepada Civitas Akademika STIT Pringsewu atas capaian kinerja Prodi Manajemen Pendidikan Islam dalam meraih nilai akreditasi B BAN-PT. Lebih lanjut Wabup Pringsewu mengatakan, STIT Pringsewu telah mendapatkan pengakuan negara melalui BAN PT dalam menjalankan proses pendidikan. Akreditasi institusi dengan nilai B menjadi bukti proses akademik STIT Pringsewu sangat baik.

“Selamat dan sukses untuk Prodi S1 Manajemen Pendidikan Islam STIT Pringsewu. Kita upayakan ke depannya semua kampus yang berada di Kabupaten Pringsewu bisa terakreditai B bahkan A dari BAN-PT, menuju Kabupaten Pringsewu sebagai kabupaten pendidikan di Provinsi Lampung menuju Pringsewu Bersahaja (Berdayasaing, Harmonis dan Sejahtera)” tuturnya.
Hal ini menjadi berita gembira bagi masyarakat Kabupaten Pringsewu dan sekitarnya, bahwa kabupaten ini memiliki Kampus Tarbiyah yang terkemuka dan terpercaya sebagai panutan kegiatan pendidikan/pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat khususnya dalam melahirkan para tenaga pendidik masa depan bangsa.
Masyarakat bisa memperiksa secara langsung status akreditasi suatu program studi melalui laman resmi BAN-PT dan memasukkan nama Prodi sebagai kata kunci di https://banpt.or.id/direktori/prodi/pencarian_prodi. (id)

Sabtu, 16 Maret 2019

PMII Cabang Pringsewu Gelar Pelatihan Kader Dasar (PKD)

Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pringsewu menggelar Pelatihan Kader Dasar (PKD) di Aula Gedung PCNU Pringsewu, Kamis (14/3/2019).
Pelatihan Kader Dasar ke III ini dihadiri oleh Wakil Bupati Pringsewu Dr. Hi. Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A., C.M.A, Ketua IKA PMII Pringsewu Hi. Sulaiman Adnan, M.H., MM., Ketua Mabincab PMII Feri Wahyudi, M.Pd.I., Ketua Cabang PMII Pringsewu M. Toha Ashiddiqi serta para senior, di antaranya Dwi Rohmadi Mustofa, M.Pd., yang juga Ketua STIT Pringsewu.


Ketua Cabang PMII Pringsewu M. Toha Ashiddiqi dalam sambutannya menjelaskan Pelatihan Kader Dasar ke III sebagai kaderisasi formal di PMII yang bertujuan untuk menciptakan kader mujahid.
Lebih lanjut, Diki, begitu ia biasa disapa, meengatakan, PMII Pringsewu setiap angkatan tahun kaderisasi selalu mengalami peningkatan secara kuantitas kader, dan ini tentu harus diimbangi dengan peningkatan kualitas kader. 
“Dengan terus meningkatnya jumlah kader PMII di Pringsewu, kami juga merasa perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas,” ucap mahasiswa semester 6 STIT Pringsewu ini.
Ketua IKA PMII Pringsewu Hi. Sulaiman Adnan, MM., MH., berharap kepada pengurus cabang agar terus menggenjot kaderisasi dan meningkatkan kekompakan dan melakukan inovasi dalam kaderisasi agar apa yang menjadi tujuan dari kaderisasi bisa tercapai dan senantiasa bisa menjadi kader PMII yang bermanfaat kepada masyarakat luas.


Sementara itu Wakil Bupati Pringsewu Dr. Hi. Fauzi, dalam arahannya mengatakan, atas nama pemerintah daerah akan selalu mensupport kegiatan-kegiatan keorganisasian yang di Kabupaten Pringsewu. Selain itu, Fauzi juga menyarankan agar anggota dan pengurus PMII terus menjalain komunikasi yang baik dengan semua kalangan.
“Apa yang dikerjakan hari ini tentu akan berdampak pada kehidupan akan datang, jadi kader PMII itu harus selalu mampu menjaga integritas dan selalu melakukan inovasi-inovasi dalam pengkaderan, sehingga kader PMII bisa menjawab tantangan zaman”, kata Doktor Alumni S3 UGM tersebut.

Rabu, 06 Maret 2019

Minggu, 24 Februari 2019

Kegiatan Warga Kelurahan Labuhanratu

Pembinaan PKK

Kegiatan Warga Kelurahan Labuhanratu, Bandarlampung

Pembinaan PKK
Pembinaan PKK

Aktivitas Warga Kelurahan Labuhanratu, Bandarlampung

Menghadiri peresmian underpass Unila (Jln. Zainal Abidin Pagar Alam - Jln. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro)
Seremoni peresmian underpass Simpang Unila (Jln. Zainal Abidin Pagar Alam - Jln. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro)
Acara peresmian underpass Unila (Jln. Zainal Abidin Pagar Alam - Jln. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro). Semoga bermanfaat, aman dan nyaman bagi pengguna jalan.