Sabtu, 08 Februari 2020

Penyerahan SK JA Bagi Dosen STIT Pringsewu

DOSEN dan staf STIT Pringsewu mengadakan rapat kerja evaluasi dan persiapan perkualiahan Semester Genap 2019/2020, sekaligus dirangkai dengan penyerahan Surat Keputusan Kenaikan Pangkat/Jabatan Akademik Dosen, Kamis, 6 Februari 2020 di kampus setempat.
Penyerahan dilakukan oleh Ketua Yayayasan Pendidikan Startech Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I., Al-Hafizd, didampingi Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi Mustofa, M.Pd.














Sosialisasi dan Promosi STIT Pringsewu ke Sekolah/Madrasah

TIM dosen STIT Pringsewu mengadakan kunjungan ke sejumlah sekolah dan madrasah untuk memberikan wawasan tentang perguruan tinggi kepada para pelajar. Kegiatan ini juga dimaksudkan memberi kesempatan kepada pelajar yang akan melanjutkan pendidikannya dapat mengikuti kuliah di STIT Pringsewu.
Kampus yang ber-tagline Mengasuh Sepenuh Hati, ini juga menawarkan beberapa beasiswa.
STIT Pringsewu menyelenggarakan pendidikan untuk Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, dan Pendidikan Bahasa Arab.

SMK Patria Gadingrejo, 22 Januari 2020





SMK Pelita Gedongtataan, 23 Januari 2020







SMA Negeri I Gadingrejo, 24 Januari 2020







MA Maarif Keputran, Sukoharjo, 24 Januari 2020







Minggu, 02 Februari 2020

Dosen STIT Pringsewu Raih Gelar Doktor

DOSEN STIT Pringsewu Moh Masrur, dinyatakan lulus dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor di Pascasarjana UIN Raden Intan, Sabtu, 25 Januari 2020. Ia meneliti tentang teori dan praktik penggerakan, sebagai bagian utama suatu organisasi. Dalam menyusun disertasinya, Masrur menelisik ke berbagai kitab dan literatur dari yang klasik sampai kontemporer. Tak kurang dari 316 literatur dikaji secara mendalam. Konsep pengorganisasian itu lebih spesifik dikaji dalam Perspektif Islam sebagai materi disertasinya.


Masrur mengungkapkan, bahwa dirinya akan berusaha menerapkan hasil penelitian tersebut dalam lembaga pendidikan dan berharap banyak lembaga yang nantinya menerapkan konsep yang Islami. 
Menurut ayah dua anak ini, kini semakin menjamur lembaga yang menggunakan label Islam, khususnya lembaga pendidikan. "Banyak lembaga, khususnya pendidikan yang berlabel Islam, tapi menurut saya kurang menerapkan nilai-nilai keislaman," kata dia.
Padahal, menurut dia, hal tersebut sudah termaktub dalam Al-Qur'an serta as-sunah. Namun, banyak lembaga menggunakan konsep pengorganisasian barat. Disertasi ini menegaskan nilai-nilai keislaman dalam pengorganisasian.
Secara teknis konsep, pengorganisasian Islam banyak kesamaan dengan konsep pengorganisasian dalam manajemen konvensional. Yang menjadi pembeda adalah ada dasar ketuhanan dalam konsep Islam. "Jadi, ada nilai-nilai spiritual. Dalam konsep pengorganisasian Islam tidak seperti yang konvensional," ujarnya. 
Dia mencontohkan, dalam konsep manajemen Islam ada misalnya, 'bayarlah upah buruhmu sebelum kering keringatnya', tapi dalam konsep manajemen konvensional tidak seperti itu. 
"Mesti dilakukan evaluasi dan dihitung pencapaian target serta untung rugi oleh pemberi kerja," ucapnya.  





Dengan lulusnya Moh Masrur, UIN Raden Intan genap telah melahirkan 100 orang doktor.  
Rektor UIN Raden Intan Prof Moh Mukri berharap kelulusan mahasiswanya itu mampu memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.
"Semoga doktor ke 100 mampu memberikan manfaat dan berguna bagi bangsa, negara, serta agama ke depannya," pungkasnya.
Sidang tersebut diselenggarakan di ruang sidang pascasarjana UIN Raden Intan, gedung utama lantai II. Sidang selama dua jam ini berlangsung lancar.
Sementara, pengujian disertasi tersebut dipimpin langsung boleh Rektor UIN Raden Intan Prof. Dr. Moh. Mukri, serta 5 penguji lainnya. Turut hadir dalam promosi doktor tersebut Ketua Yayasan Pendidikan Startech Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I., Al-Hafizd, Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi Mustofa, M.Pd., para kolega dan keluarga. (*)

Sabtu, 18 Januari 2020

STIT Pringsewu Gelar Workshop Penyusunan Karya Ilmiah


STIT Pringsewu Mengadakan Workshop Penyusunan Karya Ilmiah bagi Mahasiswa

Mahasiswa sebagai calon sarjana wajib memiliki kemampuan menyusun karya ilmiah. Kemampuan ini perlu terus dikembangkan, sehingga bermanfaat dalam menunjang tugas-tugas di masyarakat.
Untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan itu mahasiswa, STIT Pringsewu mengadakan Workshop Penyusunan Karya Ilmiah, Sabtu (18/01/2020). 
Kegiatan yang diikuti 69 mahasiswa ini menghadirkan narasumber Hi. Salamun, M.Pd.I., Eri Purwanti, M.Pd., Amrullah Khoirul Maarif, M.Pd.
Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi Mustofa, M.Pd., dalam sambutannya mengatakan, mahasiswa harus menjadi pribadi yang senantiasa menunjukkan sikap ilmiah, berpikir ilmiah, dan menghasilkan karya ilmiah. “Kesarjanaan seseorang antara lain dicirikan dengan sikap dan perilaku ilmiah. Maka para mahasiswa wajib mengasah terus menerus kemampuan-kemampuan berpikir dan berkarya ilmiah,” ucapnya.
Melalui workshop ini, lanjut Dwi Rohmadi, diharapkan menghasilkan integrasi pengetahuan dan terbentuk keterampilan serta hasil karya ilmiah mahasiswa yang lebih baik.
Para narasumber menyampaikan materi secara interaktif dan membimbing setiap peserta dalam menyusun karya ilmiah baik berupa rancangan skripsi maupun artikel jurnal.









Pembekalan Penyusunan Skripsi Mahasiswa STIT Pringsewu

Pembekalan Penyusunan Skripsi Mahasiswa STIT Pringsewu, Sabtu, 11 Januari 2020 di aula kampus.
 Narasumber Dwi Rohmadi Mustofa, Nurhadi Kusuma, Eri Purwanti, Muhtarom