Selasa, 29 September 2020

PEMBEKALAN KKN BAGI MAHASISWA STIT PRINGSEWU

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan program wajib bagi mahasiswa STIT Pringsewu. Kegiatan yang merupakan perpaduan antara pengabdian dan pembelajaran ini dimaksudkan mengasah keterampilan mahasiswa dalam bidang pendidikannya sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pemerintah. 




 

Jumat, 07 Agustus 2020

Persiapan Wisuda STIT Pringsewu Tahun 2020

Pimpinan dan dosen serta staf STIT Pringsewu, Selasa, 04 Agustus 2020 melakukan rapat persiapan prosesi wisuda tahun 2020. Prosesi wisuda bagi lulusan tahun ini berbeda dengan sebelumnya, mengingat saat ini masih dalam masa transisi penerapan adaptasi kebiasaan baru terkait pencegahan penularan dan penyebaran virus corona (nCovid-19) yang telah menjadi pandemi.
Berbagai persiapan dan koordinasi penting dilakukan dengan pihak terkait, serta perlengkapan wisuda untuk memenuhi standar penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.


Minggu, 02 Agustus 2020

PEMOTONGAN HEWAN QURBAN DI STIT PRINGSEWU




Keluarga besar Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pringsewu melaksanakan ibadah penyembelihan hewan qurban pada Idul Adha 1441 Hijriyah kali ini, di halaman kampus setempat.  Hewan qurban yang dipotong yaitu satu ekor sapi dan satu ekor kambing. Segenap civitas akademika turut hadir menyaksikan acara ini sekaligus silaturahmi dan ramah tamah.
    

Sabtu, 04 Juli 2020

RAPAT DOSEN STIT PRINGSEWU

Rapat dosen STIT Pringsewu membahas persiapan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Masa Pandemi Covid-19. KKN mahasiswa STIT Pringsewu tahun 2020 dirancang dengan mengadaptasi tatanan kehidupan baru dalam rangka mencegah penularan virus Covid-19. Pencegahan penyebaran virus Corona telah menjadi komitmen utuh keluarga besar kampus ini.
Program KKN dikenal sebagai KKN dari Rumah atau KKN DR dan KKN Layanan Masyarakat atau KKN LM. Diharapkan program-program yang dibuat mahasiswa bersama dosen pembimbing mampu membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.







Sidang Ujian Skripsi Mahasiswa STIT Pringsewu - Juni 2020





Rabu, 10 Juni 2020

GALERI FOTO KEGIATAN STIT PRINGSEWU

Kegiatan STIT Pringsewu
Rapat dosen


Bimbingan kepada mahasiswa yang akan menyelesaikan tugas akhir dan skripsi (4 Juni 2020)







Promosi Doktor Adhar Almursyid di UIN RIL


DOSEN STIT Pringsewu, Adhar Almursyid, resmi menyandang gelar Doktor Manajemen Pendidikan Islam, usai Ujian Promosi Doktor, di kampus Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Kamis (4/6/2020).
Adhar yang juga Bendahara Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW PERGUNU) Lampung itu mengusung disertasi berjudul Manajemen Kinerja Guru Madrasah Aliyah se-Kabupaten Pringsewu.
Di hadapan para penguji yang diketuai Prof. Dr. H. Moh Mukri, M.Ag., sekaligus Rektor UIN Raden Intan Lampung, ia sukses membawakan disertasi, kendati seraya mengenakan masker, karena dalam situasi pandemi virus corona (Covid-19).
"Pemahaman terhadap implementasi manajemen kinerja guru madrasah aliyah baik negeri maupun swasta yang ada di Kabupaten Pringsewu menjadi penting dalam rangka melihat secara utuh bagaimana mekanisme manajemen kinerja guru dilaksanakan. Saya merasa tertarik untuk melakukan penelitian tentang Manajemen Kinerja Guru Madrasah Aliyah se-Kabupaten Pringsewu," ujar Adhar saat menyampaikan isi disertasinya.
Suami dari Eka Wahyuningsih, S.Pd.I., ini menambahkan, penelitiannya itu fokuspada tiga aspek di antaranya 1) Perencanaan sumber daya manusia yang meliputi analisis kebutuhan guru, rekrutmen dan seleksi serta penugasan guru; 2) Pembinaan guru yang meliputi supervisi akademik, pendidikan dan pelatihan, serta reward dan punishment; dan 3) Penilaian Kinerja Guru (PKG), Uji Kompetensi Guru (UKG), Sistem Kinerja Pegawai (SKP).
“Diharapkan adanya tiga hal yang menjadi fokus tersebut, kiranya kinerja guru madrasah aliyah di Kabupaten Pringsewu dapat semakin meningkat,” ujarnya.


Sementara promotor dan para penguji usai dengarkan paparan dan melakukan tanya jawab terkait disertasi yang diusung promovendus, sepakat memberi penilaian dengan predikat Sangat Memuaskan.
“Mahasiswa Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam dengan NPM 140302012 atas nama Adhar Almursyid kami nyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan,” ujar Ketua Sidang Prof. Mukri, yang juga Ketua PWNU Lampung.
Prof. Mukri, begitu ia biasa disapa, mengatakan, dengan hasil kelulusan tersebut, Adhar Almursyid berhak diberikan gelar Doktor Bidang Manajemen Pendidikan Islam. “Dr. Adhar Almursyid, M.Pd.I., yang lulus pada tanggal 4 Juni 2020 ini, merupakan Doktor ke-112 UIN Raden Intan Lampung,” pungkasnya. 
Sementara itu, Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi Mustofa, M.Pd., mengatakan, pihaknya bangga bahwa kini telah lahir doktor baru, menambah jumlah dosen yang berkualifikasi doktor di kampusnya. "Kami komitmen dan terus memfasilitasi dan mendorong para dosen untuk melanjutkan studi baik ke jenjang S3 maupun studi nongelar lainnya. Program seperti ini telah berlangsung sejak kampus berdiri dan berkelanjutan, dalam rangka meningkatkan kompetensi dosen," ucapnya. 


Susunan Komisi Dewan Penguji
Ketua : Prof. Dr. H. 
Muhammad Mukri, M.Ag
Sekretaris : Dr. 
Koderi Tunasjatijaya, M.Pd
Penguji: Prof. Dr. H. Sulthon Syahrir, MA (Penguji I), Prof. Dr. Hj. Siti Patimah, M.Pd (Penguji II), Dr. H. Muhammad Akmansyah, MA (Penguji III), Dr. Fauzan, M.Pd (Penguji IV), Dr. H. Jamal Fakhri, M.Ag (Penguji V).
Biodata Promovendus:
Nama : Dr. Adhar Almursyid, M.Pd.I
Tempat/Tanggal Lahir: Sukoharjo / 7 Desember 1979
Istri : Eka Wahyuningsih, S.Pd.I.
Anak : Haadyi Al Haqq & Aqila Misha Safana
Pendidikan: MIS Miftahul Falah Siliwangi Sukoharjo tahun 1992, MTs Al Hikmah Sukamulya (1995), MA Ma'arif 06 NU Kalirejo (1998), S1 IAIN Raden Intan Lampung (2003), S2 IAIN Raden Intan Lampung (2010), S3 UIN Raden Intan Lampung (2020).

Minggu, 26 April 2020

Rakor Perdana Kopertais Wilayah XV Lampung

Kopertais XV Wilayah Lampung, sebagai pemekaran dari Kopertais Wilayah VII Sumbagsel, mengadakan rapat koordinasi perdana, Rabu, 22 April 2020 di Aula Lantai III Rektorat UIN Raden Intan Lampung.
Rapat dihadiri perwakilan 17 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) dari 31 PTKIS yang terdaftar di Lampung. Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi Mustofa, M.Pd., turut hadir dalam rakor kali ini.

Di tengah kondisi pandemi, rapat menerapkan social distancing dan protokol pencegahan Covid-19 seperti menggunakan masker, menjaga jarak, menggunakan hand sanitizer dan cek suhu tubuh.
Selain 17 PTKIS, rapat yang dipimpin Ketua Kopertais XV yang juga Rektor UIN Raden Intan Lampung Prof. Dr. Muhammad Mukri, M.Ag, dihadiri Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama Prof. Dr. Arskal Salim GP dan Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama PTKI Muhammad Adib Abdushomad, M.Ag., M.Ed., Ph.D melalui aplikasi Zoom.
Koordinator Kopertais XV Lampung Prof. Moh. Mukri mengatakan, meskipun kondisi pandemi, rapat koordinasi perdana harus dilaksanakan. Di samping untuk koordinasi, rapat ini juga untuk memastikan kegiatan pembelajaran jarak jauh di semua PTKIS berjalan dengan baik.
Prof. Mukri mengimbau kepada para pimpinan PTKIS Wilayah XV untuk bisa berkoordinasi dengan baik. “Jika ada keluhan atau masukkan, silakan sampaikan kepada kami. Memang tidak semua masalah, bisa serta merta kita atasi, tapi dengan demikian kita bisa cari solusinya,” ujarnya.
Rektor UIN Raden Intan yang juga Ketua PWNU Lampung ini berharap adanya PTKIS ini dapat memberi manfaat dan turut mencerdaskan khususnya masyarakat Lampung. Salah satu tugas utama PTKI, kata Mukri, adalah memberi akses kepada masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi.
Direktur PTKI Prof. Dr. Arskal Salim GP menyampaikan, adanya Kopertais Wilayah XV yaitu pemekaran dari Wilayah VII yang mencakup Sumatera Bagian Selatan. “Pemekaran ini untuk melayani PTKIS lebih maksimal. Kopertais (XV) ini sudah terkonsolidasi dengan baik dan dapat melayani seutuhnya,” kata Prof. Arskal.
Dia menjelaskan, saat ini Direktorat PTKI sedang melakukan monitoring dan evaluasi terkait proses pembelajaran jarak jauh. “Kita tetap memastikan mutu pembelajaran yang dilaksanakan di semester ini. Kita sudah dan sedang melakukan monitoring dan evaluasi, termasuk PTKIS,” paparnya.
Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga mengajak para peserta rapat untuk tidak menyerah dengan keadaan saat ini. “Kita tidak boleh menyerah meskipun dalam suasana pandemi covid-19 kualitas harus tetap kita upayakan,” ujarnya.
Prof. Arskal juga berharap kepada UIN Lampung harus dapat memaksimalkan peran sebagai Kopertais, untuk melayani kebutuhan PTKIS. “Kami juga berupaya untuk mengakomodasi segala keluhan, harapan dan ekspektasi dari PTKIS untuk lebih baik,” tambahnya.



Sementara, Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama PTKI Adib Abdussomad, M.Ag., M.Ed., Ph.D mengatakan, progres dari Kopertais XV cukup baik. “Kopertais XV ini lebih cepat untuk merespon. Anda sudah mendapatkan bimbingan yang sangat tepat,” kata Adib di hadapan peserta rapat.
Pria yang biasa Gus Adib ini menjelaskan tugas dan fungsi dari Kopertais diantaranya yaitu pengawasan, pembinaan, dan pemberdayaan. “Untuk pengawasan dan pembinaan, salah satunya memastikan Perguruan tinggi (PTKIS) di Lampung harus memiliki wawasan Islam Wasathiyah,” jelasnya. (*)