Kamis, 06 Juni 2019

Prodi Manajemen Pendidikan Islam STIT Pringsewu Raih Akreditasi B

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pringsewu makin mengukuhkan dirinya sebagai salah satu perguruan tinggi bidang tarbiyah terbaik se-Kabupaten Pringsewu. Hal ini menyusul keluarnya hasil Akreditasi BAN-PT yang memberikan peringkat Terakreditasi B untuk Progam Studi S1 Manajemen Pendidikan Islam. Keputusan BAN-PT ini dikeluarkan berdasarkan SK No: 1821/SK/BAN-PT/Akred/S/V/2019 yang berlaku sampai 28 Mei 2024.



Proses akreditasi dimulai sejak dimasukkannya Borang Akreditasi Prodi S1-Manajemen Pendidikan Islam STIT Pringsewu tanggal 20 September 2018, dilanjutkan dengan visitasi para asesor BAN-PT ke STIT Pringsewu tanggal 15-17 Mei 2019. Pimpinan STIT Pringsewu saat visitasi menemui dua Asesor yaitu Dr. Muhammad Samsul Hady, M.Ag (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang) dan Dr. Mahmud Arif, M.Ag (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), dimana proses pendalaman atas informasi yang disampaikan di dalam Borang dilakukan menggunakan metode cek-silang antara pimpinan, dosen, mahasiswa, alumni dan pengguna alumni.



Dengan hasil menggembirakan ini, maka STIT Pringsewu merupakan satu-satunya kampus tarbiyah yang Terakreditasi B, dan ini mengukuhkan STIT Pringsewu sebagai kampus tarbiyah terbaik di Kabupaten Pringsewu.
Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi Mustofa, M.Pd., mengatakan, status akreditasi menunjukkan adanya penjaminan mutu oleh lembaga eksternal yang berarti pengakuan yang semakin mantap. Terlebih dengan peringkat B.
“STIT Pringsewu berkomitmen terus meningkatkan mutu, baik input, proses, maupun output. Kami terus berupaya memberikan layanan yang terbaik dan memenuhi standar atau kriteria yang ditetapkan. Bahkan kami berupaya melampaui standar, dengan memberikan nilai plus kepada lulusan, dengan ciri khas tertentu,” urainya.
Dwi Rohmadi melanjutkan, status akreditasi merupakan pengakuan dari masyarakat, yang dengan demikian pihaknya akan menjaga hal itu dengan sangat serius, ketat, dan disiplin. “STIT Pringsewu selalu menjaga amanah, sebagai lembaga pendidikan tinggi, yang berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” imbuhnya.
Terpisah, Wakil Bupati Pringsewu Dr. Hi. Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., CA mengucapkan selamat dan sukses kepada Civitas Akademika STIT Pringsewu atas capaian kinerja Prodi Manajemen Pendidikan Islam dalam meraih nilai akreditasi B BAN-PT. Lebih lanjut Wabup Pringsewu mengatakan, STIT Pringsewu telah mendapatkan pengakuan negara melalui BAN PT dalam menjalankan proses pendidikan. Akreditasi institusi dengan nilai B menjadi bukti proses akademik STIT Pringsewu sangat baik.

“Selamat dan sukses untuk Prodi S1 Manajemen Pendidikan Islam STIT Pringsewu. Kita upayakan ke depannya semua kampus yang berada di Kabupaten Pringsewu bisa terakreditai B bahkan A dari BAN-PT, menuju Kabupaten Pringsewu sebagai kabupaten pendidikan di Provinsi Lampung menuju Pringsewu Bersahaja (Berdayasaing, Harmonis dan Sejahtera)” tuturnya.
Hal ini menjadi berita gembira bagi masyarakat Kabupaten Pringsewu dan sekitarnya, bahwa kabupaten ini memiliki Kampus Tarbiyah yang terkemuka dan terpercaya sebagai panutan kegiatan pendidikan/pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat khususnya dalam melahirkan para tenaga pendidik masa depan bangsa.
Masyarakat bisa memperiksa secara langsung status akreditasi suatu program studi melalui laman resmi BAN-PT dan memasukkan nama Prodi sebagai kata kunci di https://banpt.or.id/direktori/prodi/pencarian_prodi. (id)

Sabtu, 16 Maret 2019

PMII Cabang Pringsewu Gelar Pelatihan Kader Dasar (PKD)

Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pringsewu menggelar Pelatihan Kader Dasar (PKD) di Aula Gedung PCNU Pringsewu, Kamis (14/3/2019).
Pelatihan Kader Dasar ke III ini dihadiri oleh Wakil Bupati Pringsewu Dr. Hi. Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A., C.M.A, Ketua IKA PMII Pringsewu Hi. Sulaiman Adnan, M.H., MM., Ketua Mabincab PMII Feri Wahyudi, M.Pd.I., Ketua Cabang PMII Pringsewu M. Toha Ashiddiqi serta para senior, di antaranya Dwi Rohmadi Mustofa, M.Pd., yang juga Ketua STIT Pringsewu.


Ketua Cabang PMII Pringsewu M. Toha Ashiddiqi dalam sambutannya menjelaskan Pelatihan Kader Dasar ke III sebagai kaderisasi formal di PMII yang bertujuan untuk menciptakan kader mujahid.
Lebih lanjut, Diki, begitu ia biasa disapa, meengatakan, PMII Pringsewu setiap angkatan tahun kaderisasi selalu mengalami peningkatan secara kuantitas kader, dan ini tentu harus diimbangi dengan peningkatan kualitas kader. 
“Dengan terus meningkatnya jumlah kader PMII di Pringsewu, kami juga merasa perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas,” ucap mahasiswa semester 6 STIT Pringsewu ini.
Ketua IKA PMII Pringsewu Hi. Sulaiman Adnan, MM., MH., berharap kepada pengurus cabang agar terus menggenjot kaderisasi dan meningkatkan kekompakan dan melakukan inovasi dalam kaderisasi agar apa yang menjadi tujuan dari kaderisasi bisa tercapai dan senantiasa bisa menjadi kader PMII yang bermanfaat kepada masyarakat luas.


Sementara itu Wakil Bupati Pringsewu Dr. Hi. Fauzi, dalam arahannya mengatakan, atas nama pemerintah daerah akan selalu mensupport kegiatan-kegiatan keorganisasian yang di Kabupaten Pringsewu. Selain itu, Fauzi juga menyarankan agar anggota dan pengurus PMII terus menjalain komunikasi yang baik dengan semua kalangan.
“Apa yang dikerjakan hari ini tentu akan berdampak pada kehidupan akan datang, jadi kader PMII itu harus selalu mampu menjaga integritas dan selalu melakukan inovasi-inovasi dalam pengkaderan, sehingga kader PMII bisa menjawab tantangan zaman”, kata Doktor Alumni S3 UGM tersebut.

Rabu, 06 Maret 2019

Minggu, 24 Februari 2019

Kegiatan Warga Kelurahan Labuhanratu

Pembinaan PKK

Kegiatan Warga Kelurahan Labuhanratu, Bandarlampung

Pembinaan PKK
Pembinaan PKK

Aktivitas Warga Kelurahan Labuhanratu, Bandarlampung

Menghadiri peresmian underpass Unila (Jln. Zainal Abidin Pagar Alam - Jln. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro)
Seremoni peresmian underpass Simpang Unila (Jln. Zainal Abidin Pagar Alam - Jln. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro)
Acara peresmian underpass Unila (Jln. Zainal Abidin Pagar Alam - Jln. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro). Semoga bermanfaat, aman dan nyaman bagi pengguna jalan.

Jumat, 03 Agustus 2018

KEGIATAN STIT PRINGSEWU

Rapat Dosen STIT Pringsewu, 2 Juli 2018
 Rapat Dosen STIT Pringsewu, 2 Juli 2018
Rapat Dosen STIT Pringsewu, 2 Juli 2018  
Rapat Dosen STIT Pringsewu,  10 Juli 2018 
 Rapat Dosen STIT Pringsewu, 10 Juli 2018 

 Rapat Dosen STIT Pringsewu, 2 Juli 2018

Kamis, 21 Juni 2018

Halalbilhalal Keluarga Besar Yayasan Pendidikan Startech Lampung

Dalam Idul Fitri 1439 Hijriyah, keluarga besar Yayasan Pendidikan Startech mengadakan halal bilhalal di rumah Bapak Dr. Hi. Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., CA., Jalan Sakti Raya Kelurahan Pringsewu Barat Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Senin (18/6/2018). 
Acara halal bilhalal ini diikuti seluruh dosen, para guru, staf, serta pegawai di lingkungan Yayasan Pendidikan Startech yang menaungi Kampus STMIK Pringsewu, STIT Pringsewu, STIT Multazam, STEBI Tanggamus, STIE Lampung Timur, SMK Grafika, dan beberapa lembaga lainnya. “Taqabbalallahu Minna wa Minkum, Mohon Maaf Lahir dan Batin,” ujar Dr. Hi. Fauzi yang juga Wakil Bupati Pringsewu ini di awal sambutannya.
Ia menyampaikan, bila ada salah mohon dapat dibuka pintu maaf sebesar-besarnya, dan dapat kembali lagi dari nol dengan memberikan maaf lahir dan batin, secara tulus dan ikhlas.
Acara ini dihadiri seluruh pimpinan lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Startech dan seluruh pegawai yang berjumlah kurang lebih 300 orang.

 Dr. Hi. Fauzi mengatakan, halal bilhalal kini seakan telah menjadi budaya umat Islam dan masyarakat di seluruh Nusantara. Acara seeperti ini guna lebih meningkatkan persaudaraan dan tali silaturahiem terhadap sesama, sebangsa, dan setanah air.
“Mari kita maknai silaturahmi ini dengan menambah erat persaudaraan di antara kita. Mari kita tingkatkan ukhuwah Islamiyah. Mari kita mulai dari nol, kita dapat lebih cermat dan lebih baik lagi. semoga lembaga pendidikan kita menjadi makin solid dan dapat terus melayani masyarakat dengan baik,” ucap alumnus S3 UGM ini.

Di akhir acara, dengan mengenakan kemeja krim dan celana coklat, serta memakai peci hitam, Dr. Hi. Fauzi beserta istri bersalaman dengan seluruh dosen, staf, dan pegawai di lingkungan Yayasan Pendidikan Startech yang hadir.
“Semoga ke depan kita bisa makin baik lagi, meningkatkan kualitas kerja, mendorong kebersamaan dan menghasilkan sinergitas yang baik setelah Hari Raya Idul Fitri,” tuturnya. (id/drm)

Rabu, 09 Mei 2018

BAZAR KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA STIT PRINGSEWU

Mahasiswa STIT Pringsewu menggelar bazar aneka produk di Balai Pekon Podomoro, Kecamatan Pringsewu, selama tiga hari, Jumat (20/4) hingga Minggu (22/4).
Kegiatan ini selain merupakan tugas dalam mata kuliah Kewirausahaan yang diampu Dedi Irawan, juga ajang menggali dan mengembangkan potensi diri, mengidentifikasi potensi pasar, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ketua Panitia Pelaksana, Fuad mengatakan, melalui bazar ini pihaknya berharap mendapat pengetahuan dan keterampilan tentang bagaimana praktik berwirausaha yang baik.
Saat membuka bazar, Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi Mustofa, M.Pd., menyatakan, STIT Pringsewu memiliki ciri khas yaitu membekali mahasiswa dengan berbagai keterampilan lunak, antara lain kemampuan adaptasi terhadap perubahan lingkungan strategis.
“Praktik kewirausahaan ini dalam rangka mengasah kemampuan dan sekaligus mengenali potensi diri sehingga nantinya mahasiswa dapat memiliki beragam keterampilan yang bermanfaat saat terjun di tengah masyarakat,” tuturnya.

Dwi Rohmadi menambahkan, mahasiswa diharapkan tekun mencermati potensi yang ada di sekitar, dan secara kreatif dan inovatif memberikan nilai tambah terhadap suatu produk maupun jasa.
“Kewirausahaan ini bukan hanya membuat produk dan memasarkannya, tetapi lebih dari itu. Kewirausahaan adalah keterampilan lunak yang bermanfaat bagi mahasiswa nantinya. Kembangkan sektor jasa yang dibutuhkan masyarakat. Teruslah berlatih dan berfikir di luar kotak (out of the box),” jelasnya.
Ketua STIT Pringsewu ini mencontohkan, sektor jasa di masa depan sangat terbuka lebar. “Bisa saja para mahasiswa ini nantinya membuka biro perjalanan wisata ke bulan. Memang saat ini sepertinya tidak mungkin, tetapi saya yakin di masa depan hal itu bisa terjadi,” kata dia.
Dalam acara pembukaan ini dihadiri juga oleh Wakil Ketua I STIT Pringsewu Moh. Masrur, M.Pd.I, aparatur pekon Hendrawan, para dosen, mahasiswa, dan warga masyarakat sekitar. (darma)

Selasa, 08 Mei 2018

Mahasiswa STIT Pringsewu Dibekali Keterampilan Membuat Multimedia Interaktif

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pringsewu menggelar seminar dan workshop multimedia pembelajaran interaktif.
Seminar yang digelar di aula kampus setempat itu dihadiri Kepala Kemenag Pringsewu Drs H. M Yusuf, MM, Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi Mustofa, M. Pd, Perwakilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung Dra. Nilawati dan Koimah, SH., MM., Didik Sri Utama, M.Pd., beserta dosen dan staf STIT Pringsewu, Rabu (25/4).

Ketua STIT Pringsewu, Dwi Rohmadi dalam sambutannya mengatakan, seminar dan workshop ini merupakan ajang memperkaya khazanah mahasiswa dan membekali mereka dengan keterampilan membuat media atau multimedia yang interaktif dan menyenangkan. Sebab, menurut dia, di era teknologi informasi sekarang, mahasiswa harus adaptif terhadap perubahan masa depan, dan juga harus mampu memetakan apa yang terjadi di masa depan.
“Mahasiswa harus dapat memanfaatkan media dari sisi positif. Mahasiswa Tarbiyah, sebagai calon pendidik di masa yang akan datang, merupakan pembaharu, dan penanam nilai moral masa depan,” ujarnya.
Menurut Dwi Rohmadi, mahasiswa harus mempunyai keterampilan membuat media pembelajaran yang interaktif, sehingga pembelajaran yang dilaksanakan bisa efektif, efisien, serta menggembirakan.
Media, lanjut Dwi Rohmadi, merupakan bagian penting dari komponen pembelajaran, sesuai dengan tujuh komponen pendidikan yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan lainnya, yaitu, guru, siswa, tujuan kurikulum, media, metode, materi, dan evaluasi.


Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu, M Yusuf, mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini, karena dirasa perlu dalam dunia pendidikan, sehingga mahasiswa mampu berkiprah dan mengaplikasikannya ke masyarakat.
“Ke depan, kita upayakan menjalin kerjasama dalam menjalani pembinaan keagamaan dalam masyarakat,” ujarnya.
Ruly Nadian Sari, sebagai dosen pengampu mata kuliah media pembelajaran, berharap agar mahasiswa lebih termotivasi dan lebih menggali pengetahuan dan wawasan yang lebih luas.
“Sebab, kalau hanya mengandalkan perkuliahan dalam kelas, itu dimungkinkan kurang cukup dalam membekali para mahasiswa ke depannya. Kita menganut long life education, pendidikan sepanjang hayat, karena pengetahuan didapat dari siapapun, kapanpun, dan di manapun, termasuk kegiatan seminar ini,” jelasnya. (darm)

Bentengi Generasi Muda dari Pengaruh Ideologi Radikal

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pringsewu menggelar Seminar Kebangsaan bertajuk “Memperkuat Nasionalisme di Tengah Perubahan Global” yang berlangsung di Aula kampus setempat, Kamis (26/4/2018) siang.

Seminar Kebangsaan yang dimoderatori oleh Muhammad Masrur, M.Pd.I ini menghadirkan lima narasumber yaitu Komandan Kodim 0424 Tanggamus Letkol Arh. Anang Hasto Utomo, S.IP; Kepala Biro Operasi Polda Lampung Kombes Pol. Yosi Hariyoso; Mantan Komandan NII Ken Setiawan; Kepala Kesbangpol Kabupaten Pringsewu Sukarman, S.Pd dan Akademisi STIT Pringsewu Hi. Salamun Mohammad Abror, M.Pd.I.
Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi Mustofa, M.Pd mengungkapkan, bahwa penguatan wawasan kebangsaan memerlukan peran seluruh komponen bangsa dan tidak terkecuali peran seluruh perguruan tinggi. STIT Pringsewu sebagai perguruan tinggi di Lampung, juga memiliki tanggungjawab turut serta dalam upaya penguatan wawasan kebangsaan.
Lebih lanjut, Dwi Rohmadi mengatakan, dalam rangka mencegah sikap radikal yang negatif, STIT Pringsewu menyelenggarakan seminar kebangsaan ini sebagai implementasi tridarma perguruan tinggi.


Pria yang juga Sekretaris PWLP Ma'arif NU Lampung ini menambahkan, penguatan wawasan kebangsaan merupakan strategi yang harus dilakukan dalam rangka mencegah paham radikalisme yang mengarah ke aksi destruktif. Wawasan kebangsaan akan memperkuat jatidiri bangsa dengan falsafah Pancasila di tengah-tengah masyarakat sebagai modal sosial dan kultural mencegah paham radikal dan menyimpang dari nilai-nilai luhur budaya bangsa (Muhammad Idris)

Kamis, 22 Maret 2018

PELANTIK PENGURUS BEM STIT PRINGSEWU PERIODE 2018/2019




Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi Mustofa, M.Pd, melantik pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pringsewu periode 2018-2019. Pelantikan ini juga disaksikan Wakil Ketua I Muhammad Masrur, M.Pd.I, Wakil Ketua II Dedi Irawan, M.E.Sy, Wakil Ketua III Hi. Abdul Hamid, M.Pd.I, Alhafidz, para dosen dan staff di lingkungan STIT Pringsewu bertempat di aula lantai 2 kampus setempat, Minggu (18/3/2018).
Mereka yang dilantik adalah Yobi Afrizal (Manajemen Pendidikan Islam, semester 4) dan Habib Tohari Muslim (MPI, 4) sebagai Presiden dan Wakil Presiden BEM beserta pengurus lengkap. Yobi menggantikan Presiden BEM periode sebelumnya Astri Setiani.
Presiden Mahasiswa BEM STIT Pringsewu yang baru terpilih Yobi Afrizal dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada pimpinan STIT Pringsewu atas dukungan pembinaan kemahasiswaan. Ia juga mengajak kepada pengurus BEM untuk mensolidkan barisan dan menyatukan persepsi dan secara bersama-sama untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.
“Terima kasih kepada Ketua STIT Pringsewu dan jajaran atas terlaksananya pelantikan ini, kami berharap masukan, arahan dan motivasi guna kejayaan BEM ke depan. Dan untuk anggota BEM yang sudah terpilih, selamat bekerja selama satu tahun ke depan kita akan membawa marwah BEM STIT Pringsewu jauh lebih maju dari tahun-tahun sebelumnya. Ini harapan kita bersama,” ucap Yobi.
Sementara itu, Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi Mustofa, M.Pd mengungkapkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) merupakan salah satu komponen penting dalam setiap Peguruan Tinggi. BEM STIT Pringsewu yang baru dilantik, diharapkan dapat sebagai penggerak bagi mahasiswa guna mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki dan untuk memajukan STIT Pringsewu.
Lebih lanjut Ketua STIT Pringsewu menyampaikan, dengan kepengurusan BEM yang baru, maka penting untuk membangun aliansi strategis dengan komponen masyarakat, terutama sesama organisasi kemahasiswaan. "Kiranya BEM dapat membangun sinergitas, koordinasi dan konsolidasi dalam melakukan berbagai aktivitas untuk kemaslahatan masyarakat," imbuhnya.
Dwi Rohmadi juga mengucapkan selamat kepada Presma dan jajaran BEM yang dilantik dan berharap dapat mengemban tugas dan tanggungjawabnya dengan sebaik-baiknya. Di hadapan pengurus BEM yang hadir Dwi Rohmadi mengatakan, bahwa berkiprah dalam organisasi hendaknya dilandasi atas panggilan hati nurani atau panggilan jiwa. "Jadikan pelantikan BEM ini moment mewujudkan niatan baik. BEM menjadi wadah berhimpun sebagai kekuatan yang luar biasa," tutur Dwi Rohmadi
Di kesempatan itu juga, Dwi Rohmadi memompa semangat dan motivasi kepada pengurus BEM bahwa mahasiswa saat ini adalah tunas-tunas pemimpin di waktu 10 atau 20 tahun mendatang. “Tugas mahasiswa itu bukan hanya belajar tapi juga penelitian dan pengabdian masyarakat, salah satunya melalui organisasi BEM, sehingga manfaat realisasinya dapat dirasakan di masa mendatang. Jadikan tahun 2018 sebagai kejayaan BEM STIT Pringsewu,” ucapnya.
Selain kegiatan pelantikan BEM STIT Pringsewu masa bakti 2018-2019, dilaksanakan juga kegiatan berbagai macam perlombaan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-9 Kabupaten Pringsewu yang diikuti dosen, staf, dan mahasiswa di lingkungan kampus setempat. (Muhammad Idris)

Sabtu, 25 November 2017

Menjadi Guru di Era Milenial



TIAP masa, ada orangnya. Tiap orang, ada masanya. 
Dua kalimat yang bersifat jargon tersebut sangat terkenal di kalangan politisi. Kalimat pertama diartikan, setiap era ada orang-orang yang memainkan peran penting dalam berbagai sektor kehidupan. Contohnya, era sebelum kemerdekaan, ada para pejuang yang merebut kemerdekaan bangsa ini. Disusul kemudian era Orde Lama, Orde Baru, dan kini era reformasi. Di setiap era itu ada tokoh-tokoh sentral yang dicatat dalam sejarah.
Kalimat kedua antara lain diartikan bahwa jabatan atau peran seseorang itu ada batas waktunya, ada akhirnya. Tidak ada jabatan yang abadi. Seseorang yang kini menduduki posisi tertentu, nantinya akan digantikan oleh generasi berikutnya. Yang pegawai atau karyawan, akan berakhir masa pengabdiannya dan pensiun. Hukum alam berlaku di sini.
Dari semua itu artinya bahwa setiap era memiliki tuntutan dan tantangan yang berbeda, peluang yang berbeda, dan tingkat kompetisi yang berbeda. Pencapaian setiap orang juga berbeda, bahkan dengan jerih payah yang sama sekalipun. Namun demikian, secara kodrati yang terpenting bagi kita adalah seberapa besar daya upaya meraih prestasi, mencermati peluang-peluang, terus bekarya, dan mengisinya dengan kiprah yang bermanfaat bagi banyak orang. Kalimat Tiap masa, ada orangnya. Tiap orang, ada masanya, hendaknyanya menjadi motivasi, bukan malah bersikap apatis dan pesimis.
Pengaruh Teknologi
Zaman terus berubah. Terjadi dinamika dan perkembangan di bidang ekonomi, politik, sosial, dan teknologi dan semua aspek kehidupan. Perubahan-perubahan itu terasa begitu cepat. Hampir setiap bulan muncul teknologi baru baik berupa perangkat keras maupun perangkat lunak.
Anak-anak muda sekarang dikenal sebagai generasi milenial. Meskipun tidak ada batasan waktu yang pasti, tetapi generasi milenial dicirikan dengan meningkatnya penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, dan teknologi digital. Di beberapa wilayah ditandai dengan munculnya sikap liberalisasi terhadap politik dan ekonomi.
Diakui memang belum ada kajian mendalam dan komprehensif dampak liberalisasi politik dan ekonomi, tetapi ada kekhawatiran terhadap ekses meningkatnya jumlah pengangguran dan krisis sosial ekonomi yang dalam jangka panjang merusak generasi muda. Kekhawatiran ini sangat beralasan mengingat perubahan-perubahan yang terjadi sedemikian cepat. Dalam teknologi disebut sebagai era konvergensi.
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah menggantikan tugas dan peran sekian banyak pekerja. Karyawan yang selama ini melakukan tugas secara manual, harus terpinggirkan karena perannya digantikan oleh alat dan teknologi.
Mesin dan teknologi menggantikan peran manusia dalam proses produksi dan distribusi barang. Di pabrik perakitan otomotif, di pabrik rokok, pengolahan daging, pembuatan minuman, dan sebagainya semuanya kini padat teknologi.
Bahkan kini manusia sangat tergantung pada teknologi. Untuk berbelanja, hiburan, memesan transportasi umum, melakukan transaksi, semuanya dapat dilakukan dengan aplikasi secara online.
Dampak teknologi informasi dan komunikasi telah menggerus banyak profesi yang dulu berperan penting dan primadona bagi generasi muda. Pengantar surat (pos) digantikan email dan berbagai aplikasi komunikasi, aktivitas berbelanja di pasar tradisional bergeser ke pasar modern (mall) dan kini ada kecenderungan meningkat berbelanja secara online.
Sektor ekonomi kreatif kini mulai bangkit dan diharapkan menjadi penopang pekerjaan dan profesi di masa depan. Ekonomi kreatif yang antara lain berbasis pemanfaatan teknologi. Jika dahulu banyak anak-anak muda yang bermimpi menjadi pegawai negeri, tampaknya kini sudah banyak mengalami pergeseran. Persepsi kalangan muda untuk memasuki suatu profesi semakin bervariasi.
Memang harus diakui bahwa teknologi dapat berdampak positif dan negatif, sangat tergantung pada tujuan penggunaannya. Teknologi sejatinya diciptakan dan dikembangkan untuk membantu memudahkan pekerjaan manusia, bukan menggantikan eksistensi manusia.
Belakangan berkembang meluasnya informasi yang dianggap hoax atau berita bohong, sehingga pemerintah dan elemen masyarakat lain menabuh genderang perang terhadap hoax. Turn Back Hoax.
Lihatlah sekarang, anak-anak sedemikian cepat menerima informasi dan memberikan reaksi secara bebas terhadap suatu peristiwa. Melalui media sosial setiap orang dapat memerankan diri sebagai reporter sekaligus sebagai penikmat informasi dan secara aktif dapat berinteraksi secara realtime. Dalam hitungan menit, gambar-gambar lucu (meme) dan video-video kreatif merespon suatu peristiwa. Yang terbaru misalnya, terhadap peristiwa kecelakaan tunggal ketua DPR Setya Novanto. Saat hari menjelang petang itu Setya Novanto dikabarkan akan menyerahkan diri ke KPK, tetapi dalam perjalanan mengalami kecelakaan tunggal menabrak tiang listrik. Dalam hitungan jam hampir semua platform media sosial dibanjiri komentar disertai gambar-gambar kreasi yang beragam, yang kontennya bernada nyinyir.
Peran Guru
Dalam kaitan peran dan profesi guru, jargon Tiap masa, ada orangnya. Tiap orang, ada masanya tersebut juga berlaku. Tantangan dan tuntutan atas profesi guru di abad 21 juga semakin banyak.  Menjadi guru bukan pekerjaan mudah. Apalagi di era milenial ini. Ia dituntut memainkan peran di lingkup sekolah dan juga di lingkungan masyarakat.
Dalam konsep sosiologis, guru di sekolah dituntut menjadi mitra belajar siswa di kelas, melaksanakan tugas-tugas administrasi pendidikan yang dilakukannya, melakukan evaluasi dan memotivasi siswa, serta memacu kreativitas siswa. Sebagai pribadi yang menjadi anggota masyarakat guru sekaligus diharapkan menjadi penyelesai masalah di masyarakat.
Kebebasan menggunakan tekonologi inforasi dan komunikasi di kalangan generasi muda juga menjadi tantangan tersendiri bagi guru. Sebab seharusnya teknologi dapat menjadi media pembelajaran yang efektif, memudahkan dan mempercepat terbangunnya ekonomi yang mensejahterakan dan berkeadilan.
Bagi guru kini dituntut selangkah lebih maju dalam kemampuan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, sehingga ia dapat melaksanakan pembelajaran dengan efektif dan kreatif. Akan menjadi dilema saat guru belum menguasai teknologi informasi, sementara siswa sudah sangat akrab dengan teknologi itu. Guru diharapkan mampu menjadi filter derasnya arus informasi yang bermuatan nilai-nilai negative bagi perkembangan pribadi siswa.
Hal ini berarti bahwa guru harus sudah selesai dengan “urusan domestik”, sehingga dapat berkonsentrasi dalam tugas-tugas pembelajaran. Apagi dengan diterapkannya kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berdasarkan Kepres Nomor 87 Tahun 2017, yang di dalamnya diatur tentang penanaman nilai-nilai luhur yang menjadi karakter bangsa dikaitkan dengan seluruh proses dan jalur pendidikan.
Peran guru yang tidak tergantikan oleh teknologi informasi dan komunikasi harus menjadi penyemangat para pendidik untuk terus meng-up grade pengetahuan dan berbagai kompetensi yang wajib dimiliki. (*)