Rabu, 20 November 2019

STIT Pringsewu Adakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW


CIVITAS Akademika Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pringsewu mengadakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1441 H, Sabtu (16/11) di Aula Kampus setempat. Kegiatan yang diikuti mahasiswa, dosen, dan staf ini menghadirkan penceramah Ustazd Muhammad Haris. Tema yang diangkat adalah Memperkuat Aqidah Ahlussunnah wal jamaah serta persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam ceramahnya, Ustazd Muhammad Haris mengungkapkan, Agama Islam memiliki ajaran yang lengkap dalam semua aspek kehidupan. Nabi Muhammad SAW telah contoh tatacara ibadah dan amal sholeh. 
“Apa yang laksanakan hari ini juga merupakan amal sholeh, dengan memperbanyak sholawat, kalimat thoyibah, serta anjuran berbuat baik terhadap sesama,” tuturnya.
Nabi Muhammad SAW, lanjut Haris, adalah makhluk Allah SWT yang suci sejak sebelum dilahirkan. Bahkan Nur, Muhammad dicatat sejak zaman nabi dan Rasul sebelumnya.

Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi Mustofa, M.Pd., dalam sambutannya mengatakan, perayaan hari besar Islam merupakan agenda rutin di STIT Pringsewu, termasuk Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan ketakwaan dengan meneladani akhlaq Rasulullah SAW.
“Ini momentum silaturahim sekaligus meningkatkan amal sholeh, berkumpul dalam majelis ilmu, mempelajari sejarah, serta meneladani akhlaq Rasulullah SAW,” ujarnya.


Menurut Dwi Rohmadi, mahasiswa sebagai generasi muda, memiliki tanggung jawab besar terhadap bangsa dan negara. Mahasiswa adalah pemilik masa depan.
Dia berharap mahasiswa hendaknya memiliki semangat belajar (ghirah) yang tinggi, yang antara lain dengan mengikuti majelis ilmu seperti ini. “Dengan mempelajari sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW banyak hikmah yang dapat dipetik, untuk kehidupan yang lebih baik. Semoga kita menjadi ummat yang senantiasa mendapat rahmat dan hidayah dari Allah SWT,” lanjutnya. (*)

Rabu, 30 Oktober 2019

Fauzi's Family Gathering di Pulau Tegal Mas

Untuk meningkatkan silaturahim dan rasa kebersamaan Keluarga Besar Yayasan Pendidikan Startect mengadakan rekreasi, pada Minggi (27 Oktober 2019). Acara gembira ini diberi tajuk Fauzi's Family Gathering di Pulau Tegal Mas. Dalam kegiatan yang diikuti lebih dari 400 orang ini, diisi dengan nyanyi bersama dan berbagai permainan.




Dr. H. Fauzi mengatakan, sebagai satu keluarga besar, kita perlu terus meningkatkan tali persaudaraan, saling membantu, dan meningkatkan produktivitas. "Inilah keluarga kita. Ayo bersama-sama kita mengisi hari dengan kegiatan positif," ujarnya.













Literasi Keuangan bagi Mahasiswa

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pringsewu menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Provinsi Lampung mengadakan Seminar Literasi Keuangan, Rabu (23/10) di aula kampus B, di Gadingrejo, Pringsewu.
Narasumber seminar ini, Kepala Bagian Industri Keuangan Non Bank, Pasar Modal, dan Edukasi Keuangan; OJK Lampung Herwan Achyar dan Dewi, dengan moderator Salamun Abror.


Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi Mustofa saat membuka seminar mengatakan, literasi keuangan bagi mahasiswa dan dosen sangat penting, mengingat perkembangan jasa keuangan yang demikian pesat.  
“Dengan memiliki wawasan dan kemampuan di bidang jasa keuangan, dapat meningkatkan peluang wirausaha, investasi, dan terhindar dari kemungkinan aksi penipuan. Selain itu, mahasiswa juga memiliki peran strategis untuk menularkan pengetahuan tentang jasa keuangan ini di lingkungan terdekatnya,” tuturnya.
Apalagi, lanjut Dwi Rohmadi, di era digital saat ini, sistem pembayaran juga berkembang. Ini berarti tantangan ke depan juga semakin dinamis dan kompleks. Ia mencontohkan, saat ini penggunaan sistem pembayaran nontunai sudah sedemikian berkembang.


Herwan Achyar menjelaskan, OJK dibentuk mengemban misi mewujudkan terselenggaranya seluruh kegiatan di dalam sektor jasa keuangan secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel. Selain itu, mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh  secara berkelanjutan dan stabil.
“Yang juga penting adalah melindungi kepentingan konsumen dan nasabah. Dan agar jasa keuangan ini berkelanjutan menunjang kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Herwan melanjutkan, OJK juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, sehingga tingkat literasi dan inklusi keuangan dapat meningkat.
“Literasi artinya pengetahuan dan pemahaman masyarakat di bidang jasa keuangan. Sedangkan inklusi artinya seberapa besar masyarakat mengakses layanan jasa keuangan,” imbuhnya.



Seminar ini diikuti mahasiswa, dosen, dan staf. Peserta seminar tampak antusias dengan paparan narasumber. Mahasiswa banyak mengajukan pertanyaan terkait investasi, lembaga keuangan, dan pasar modal. (*)

Kamis, 03 Oktober 2019

Syeh Al Ngarifin Jabat Waka III STIT Pringsewu


Ketua Yayasan Pendidikan Startech Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I., Al Hafizd, mengukuhkan Syeh Al Ngarifin, M.Pd.I., sebagai Wakil Ketua III STIT Pringsewu, menggantikan Muhammad Idris, M.Pd.I. 
Muhammad Idris sendiri kemudian dikukuhkan sebagai Ketua STIT Tanggamus periode 2019-2022. Acara berlangsung di Aula Lantai II kampus STIT Pringsewu, Selasa, 1/10/2019, dihadiri Ketua  STUT Pringsewu, para ketua Prodi dan Lembaga, para dosen dan staf serta perwakilan mahasiswa.


Dalam sambutannya, Abdul Hamid menyampaikan terima kasih kepada Muhammad Idris dalam melaksanakan jabatan wakil ketua III STIT Pringsewu, hingga akhinrya saat ini dipercaya memimpin STIT Tanggamus hingga 2022.
“Saya berterima kasih kepada Pak Muhammad Idris sebagai Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan atas dedikasinya selama ini. Selamat datang juga untuk Pak Syeh Alngarifin yang akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan Waka Kemahasiswaan sebelumnya. Saya bangga dengan hasil yang telah didapatkan dalam bidang kemahasiswaan ini, dan semoga bisa diteruskan oleh pejabat yang baru,” kata Hamid.
Muhammad Idris dalam sambutannya juga menyampaikan terima kasih karena dipercaya memimpin STIT Tanggamus. Pihaknya, berkomitmen untuk terus melakukan kerjasama dengan berbagai pihak guna membantu dan mewujudkan keberhasilan STIT Tanggamus.




Sementara itu, Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi Mustofa mengatakan, bidang kemahasiswaan merupakan bidang yang sangat penting. “Bidang ini laksana jantung kampus. Mengapa? Karena seemua aspek tridarma perguruan tinggi tercakup dalam bidang kemahasiswaan. Artinya bidang kemahasiswaan harus mampu mengimplementasikan tridarma secara utuh," ujarnya.
Dwi Rohmadi menuturkan, kemahasiswaan pada hakikatnya menjembatani kepentingan mahasiswa dan lembaga serta antarmahasiswa. "Jadi bagaimana mendorong minat dan bakat mahasiswa sehingga mampu melahirkan mahasiswa yang profesional dan berkarakter. Selain itu juga menjadi lahan persemaian bibit-bibit pemimpin masa depan. Kita harus bisa melahirkan kader-kader pemimpin yang mampu menghadapi situasi masa depan, yang lebih baik dari generasi sebelumnya," paparnya.
Dwi Rohmadi juga mengungkapkan, bidang kemahasiswaan menjadi sangat strategis dalam menempa mahasiswa agar menjadi generasi ulul albab, penerus estafet kepemimpinan, memiliki kedisiplinan dan tanggung jawab serta tangguh menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
"Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan ikhtiar Pak Idris selama ini dan semoga Wakil Ketua III yang baru dapat terus meningkatkan kinerja, bersama-sama mahasiswa mendinamika kegiatan-kegiatan yang bermanfaat baik bagi pengembangan mahasiswa, maupun bagi lembaga dan masyarakat," ucapnya. (*)

Selasa, 17 September 2019

Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis KKNI

Dosen STIT Pringsewu Eri Purwanti, M.Pd., dan Maya Aulia, M.Pd. mengikuti Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang diselenggarakan oleh Koordinasi Perguruan Tinggi Agama Islam (Kopertais) Wilayah VII Sumatera Bagian Selatan.
Workshop yang berlangsung tiga hari (9 s.d. 11 September 2019) di Palembang itu diikuti 40 peserta dari 17 perguruan tinggi di Sumbagsel.


Dosen STIT Pringsewu Ikuti International Conference Islamic Development Studies (ICIDS)

Lima dosen STIT Pringsewu mengikuti International Conference Islamic Development Studies (ICIDS) Pertama yang diadakan di Hotel Bukit Randu, 10 September 2019. Konferensi ini menghadirkan narasumber dan pakar dari berbagai perguruan tinggi  dari lima negara, Thailand, Malaysia, Maldives, Philipine, dan Indonesia.

Selasa, 27 Agustus 2019

STIT Pringsewu Wisuda 69 Lulusan

SEBANYAK 69 lulusan STIT Pringsewu mengikuti prosesi wisuda pada Sabtu (24/8) di halaman kampus setempat di Gadingrejo. Acara ini juga dihadiri Sekretaris Koordinatoriat Perguruan Tinggi Agama Islam (Kopertais Wilayah VII) Sumatera Bagian Selatan, Dr. Herizal, MA., dan Wakil Bupati Pringsewu  Dr. H. Fauzi.


Dalam wisuda ini terpilih sebagai wisudawan terbaik masing-masing Manuroh dari Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Aprizon dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Hizbulloh dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA).
Herizal dalam sambutannya mengatakan, wisuda merupakan tradisi akademik yang merupakan deklarasi bahwa para lulusan merupakan insan akademik. Dengan demikian, lanjut Herizal, ada konsekuensi dan tanggung jawab sebagai bagian dari insan akademik, atau civitas akademika.
"Civitas akademika ini dicirikan oleh semangat terus belajar, menjadikan membaca sebagai kewajiban, dan mengungkapkan pendapat atau pandangan secara logis serta berbasis data. Jadi para wisudawan mulai hari ini harus memiliki perbedaan dibanding sebelumnya. Bila berbicara harus logis, faktual, dan bukan isu," paparnya.



Herizal berpesan kepada wisudawan agar mampu membaca peluang-peluang dan kesempatan di masa depan. Seorang sarjana, kata Herizal, memiliki kemampuan memandang sesuatu yang belum ada di masa depan.
Sekretaris Kopertais Wilayah VII ini juga mengajak kepada masyarakat Pringsewu dan Lampung pada umumnya untuk bersama-sama mengembangkan STIT Pringsewu.
“STIT Pringsewu, sebagai institusi pendidikan merupakan milik semua masyarakat (stakeholder). Kami membina semua perguruan tinggi keagamaan Islam di Sumatera Bagian Selatan, dan kami pastikan STIT Pringsewu sangat baik dalam pengelolaan dan legalitas,” ujarnya.





Sementara itu Wakil Bupati Pringsewu Dr. H. Fauzi mengharapkan agar wisudawan tidak berhenti belajar. Wisuda, lanjut Fauzi, adalah awal baru memasuki babak dunia nyata. Artinya, yang tadinya mahasiswa berinteraksi di kampus dengan sesama mahasiswa dan dosen, maka setelah wisuda dan menjadi seorang sarjana bergaul di masyarakat.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan dan terima kasih kepada para orang tua/wali yang telah mencurahkan segenap waktu, tenaga, biaya untuk pendidikan anak-anaknya. Ini berarti membantu pemerintah dalam meningkatkan pendidikan.






 (*)