Jumat, 16 Desember 2011

Pembelajaran dan Jurnalisme

Dalam keseharian, kita sering abai terhadap hal-hal kecil. Padahal, sesungguhnya, di dalamnya terdapat proses belajar. Belajar dapat dipahami sebagai suatu proses mengalami maupun proses menyelami pengalaman orang lain melalui berbagai media belajar. Sehingga belajar dapat terjadi sebagai pengalaman langsung maupun tidak langsung.Hasil belajar bersifat tetap, baik berupa perubahan pola pikir, pengetahuan, sikap, keyakinan, kebiasaan, perilaku, keterampilan, maupun keahlian.
Belajar dapat terjadi melalui media belajar, adanya fasilitator belajar, lingkungan belajar, dan minat serta motivasi belajar. Media belajar itu dapat berupa buku, majalah, laporan penelitian, media massa, alat, sarana, peraga, perangkat teknologi, laboratorium, kebun, lapangan, dan sebagainya. Belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas di sekolah atau kampus, tetapi dapat terjadi di mana saja dan kapan saja, termasuk melalui apa pun dan dengan siapapun.
Dalam konsep teori belajar kognitivisme, proses belajar adalah terjadinya pengelolaan informasi dalam otak, dikaitkan dengan informasi yang telah dimiliki. Inilah belajar yang paling umum, mudah, murah, dan bisa dilakukan di mana saja.
Praktik belajar yang paling umum dan sesuai dengan pemahaman kognitivisme tersebut adalah melalui aktivitas membaca. Dengan membaca diperoleh informasi dan pengetahuan baru. Membaca disebut metode untuk mengetahui apa yang terjadi di luar diri, memahami pengalaman dan pendapat orang lain, mengetahui suatu peristiwa, laporan kegiatan, dan sebagainya. Maka tak berlebihan jika disebut membaca adalah cara memberantas kebodohan. Ketika kita membaca, baik membaca buku, majalah, koran, leaflet, booklet, brosur, atau apapun, sesungguhnya kita sedang mengalami proses belajar.
Jurnalisme adalah suatu bidang kerja yang berhubungan dengan mengumpulkan berita, informasi, data, menyimpan, mengelola, menulis, melaporkan atau menyiarkannya baik berupa tulisan, foto, gambar, grafis, rekaman suara, maupun video. Memang ada yang menyebut dengan istilah lain, seperti jurnalistik, kewartawanan, atau pers.
Praktik jurnalisme semakin berkembang, seiring dengan perkembangan teknologi informasi. Setiap orang dapat menyampaikan informasi melalui media komunikasi massa. Pengelolaan media melibatkan semakin banyak orang, sebagai informan maupun nara sumber untuk disiarkan ke audien yang lebih luas. (****lanjut)

Tidak ada komentar: