Selasa, 27 Agustus 2019

Yudisium 69 Lulusan STIT Pringsewu

SEBANYAK 69 sarjana lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pringsewu mengikuti prosesi Yudisium di aula kampus setempat, Kamis (22/8/2019).
Di antara lulusan tersebut terdapat 6 santri Pondok Pesantren Baitul Qur’an, yang juga menjadi mahasiswa STIT Pringsewu. Beberapa mahasiswa santri ini sudah menghafal Al-Quran 30 Juz.


Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan Pendidikan Startech Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I., Al-hafizd., Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi Mustofa, M.Pd., Wakil Ketua I Moh. Masrur, M.Pd.I., Wakil Ketua II Dedi Irawan, SE., ME.Sy., Wakil III Muhammad Idris, M.Pd.I; Ketua Prodi Manajemen Pendidikan Islam Hi. Salamun, M.Pd.I; Kaprodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Eri Purwanti, M.Pd., Kaprodi Pendidikan Bahasa Arab Amrullah Khoirul Ma’arif, M.Pd., serta dosen dan tenaga kependidkan kampus STIT Pringsewu.


Wakil Ketua I STIT Pringsewu Moh. Masrur, M.Pd.I dalam laporan menyebutkan, peserta yudisium sebanyak 69 orang, Manajemen Pendidikan Islam 31 orang, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 19 orang dan Pendidikan Bahasa Arab 19 orang.
Ketua Yayasan Pendidikan Startech Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I., dalam sambutannya mengatakan, para lulusan ini memiliki tanggung jawab masa depan bangsa dan negara. Mereka diharapkan teerus maju dan berkembang. "Perjuangan yang lebih besar adalah dengan memasuki pasar kerja diperlukan usaha dan kerja keras untuk mengubah masa depan yang lebih baik dan bermartabat," ujarnya.




Sementara itu, Ketua  STIT Pringsewu Dwi Rohmadi menuturkan, sarjana lulusan STIT Pringsewu dituntut mampu menunjukkan kualitas diri, konsisten, komitmen, dan mampu berkolaborasi dengan semua elemen masyarakat. 
"Jadilah sarjana yang mumpuni, adaptif, dan berkontribusi positif mengembangkan sumber daya dan membangun pendidikan masyarakat. Sarjana pendidikan punya peranan penting dalam membangun dan mendorong tumbuh kembangnya semua tatanan masyarakat. Canangkan cita-cita yang tinggi dan berusahalah meraihnya. Teruslah berprestasi melampui capaian generasi sebelum Anda," paparnya.
Dwi Rohmadi mengucapkan selamat dan sukses kepada para sarjana lulusan STIT Pringsewu tahun 2019. Jaga nama almamater kampus STIT Pringsewu. "Kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan, usaha, dan pengorbanan yang diberikan selama ini untuk keberhasilan menempuh pendidikan di STIT Pringsewu ini," ujar pria yang juga Koordinator Divisi Keelembagaan, Perkumpulan Ahli dan Dosen (P-ADRI_) Lampung ini.

Jumat, 19 Juli 2019

Jalin Kerjasama dengan Istanbul Foundation, Turki

Guna mengoptimalkan Tridarma perguruan tinggi, STIT Pringsewu menggandeng Istanbul Foundation, Turki. Naskah kerjasama itu ditandatangani antara Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi Mustofa, M.Pd., dengan Head of Istanbul Foundation Mr. Said Yuce, MA., di Indralaya, Sumatera Selatan, Kamis, 18 Juli 2019.


Kerjasama ini mencakup semua bidang Tridarma PT, di antaranya penelitian, publikasi, penulisan jurnal, pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, pelatihan, lokakarya, seminar, dan sebagainya.
Penandatanganan ini dirangkai dengan Seminar International dengan tema Reactualization of Education Based on Al Qur’an, In Development World, yang dihelat di kampus STIT Al-Qur’an Al-Ittifaqiyah, Indralaya.
Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi mengungkapkan, pihaknya bersyukur bisa bermitra dengan Istanbul Foundation Turki, yang memang konsen dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Lembaga ini telah bekerjasama dengan banyak perguruan tinggi di lebih dari 100 negara.
“Kami juga fokus pada peningkatan mutu proses pendidikan dan penelitian, sehingga kerjasama ini berkontribusi yang sangat bermakna,” ujarnya.
Melalui forum seminar, Dwi Rohmadi melanjutkan, dapat berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik (best practis) manajemen lembaga dan sebagainya.
Selain itu juga mendalami topik-topik yang menjadi tantangan baik di bidang pendidikan, keagamaan, sosial, humaniora, dan lain sebagainya yang dihadapi bangsa Indonesia.
Seminar Internasional itu sendiri menghadirkan enam narasumber antara lain Prof. Alparcian Acikgenc, Ph.D., Prof. Ahmet Kayacik, Ph.D., Dr. Osman Yapar, Dr. Afriyantoni, Bahrum Amir, M.Pd., dan Prof. Dr. Syaripuddin Basyar.*

Kamis, 06 Juni 2019

Prodi Manajemen Pendidikan Islam STIT Pringsewu Raih Akreditasi B

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pringsewu makin mengukuhkan dirinya sebagai salah satu perguruan tinggi bidang tarbiyah terbaik se-Kabupaten Pringsewu. Hal ini menyusul keluarnya hasil Akreditasi BAN-PT yang memberikan peringkat Terakreditasi B untuk Progam Studi S1 Manajemen Pendidikan Islam. Keputusan BAN-PT ini dikeluarkan berdasarkan SK No: 1821/SK/BAN-PT/Akred/S/V/2019 yang berlaku sampai 28 Mei 2024.



Proses akreditasi dimulai sejak dimasukkannya Borang Akreditasi Prodi S1-Manajemen Pendidikan Islam STIT Pringsewu tanggal 20 September 2018, dilanjutkan dengan visitasi para asesor BAN-PT ke STIT Pringsewu tanggal 15-17 Mei 2019. Pimpinan STIT Pringsewu saat visitasi menemui dua Asesor yaitu Dr. Muhammad Samsul Hady, M.Ag (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang) dan Dr. Mahmud Arif, M.Ag (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), dimana proses pendalaman atas informasi yang disampaikan di dalam Borang dilakukan menggunakan metode cek-silang antara pimpinan, dosen, mahasiswa, alumni dan pengguna alumni.



Dengan hasil menggembirakan ini, maka STIT Pringsewu merupakan satu-satunya kampus tarbiyah yang Terakreditasi B, dan ini mengukuhkan STIT Pringsewu sebagai kampus tarbiyah terbaik di Kabupaten Pringsewu.
Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi Mustofa, M.Pd., mengatakan, status akreditasi menunjukkan adanya penjaminan mutu oleh lembaga eksternal yang berarti pengakuan yang semakin mantap. Terlebih dengan peringkat B.
“STIT Pringsewu berkomitmen terus meningkatkan mutu, baik input, proses, maupun output. Kami terus berupaya memberikan layanan yang terbaik dan memenuhi standar atau kriteria yang ditetapkan. Bahkan kami berupaya melampaui standar, dengan memberikan nilai plus kepada lulusan, dengan ciri khas tertentu,” urainya.
Dwi Rohmadi melanjutkan, status akreditasi merupakan pengakuan dari masyarakat, yang dengan demikian pihaknya akan menjaga hal itu dengan sangat serius, ketat, dan disiplin. “STIT Pringsewu selalu menjaga amanah, sebagai lembaga pendidikan tinggi, yang berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” imbuhnya.
Terpisah, Wakil Bupati Pringsewu Dr. Hi. Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., CA mengucapkan selamat dan sukses kepada Civitas Akademika STIT Pringsewu atas capaian kinerja Prodi Manajemen Pendidikan Islam dalam meraih nilai akreditasi B BAN-PT. Lebih lanjut Wabup Pringsewu mengatakan, STIT Pringsewu telah mendapatkan pengakuan negara melalui BAN PT dalam menjalankan proses pendidikan. Akreditasi institusi dengan nilai B menjadi bukti proses akademik STIT Pringsewu sangat baik.

“Selamat dan sukses untuk Prodi S1 Manajemen Pendidikan Islam STIT Pringsewu. Kita upayakan ke depannya semua kampus yang berada di Kabupaten Pringsewu bisa terakreditai B bahkan A dari BAN-PT, menuju Kabupaten Pringsewu sebagai kabupaten pendidikan di Provinsi Lampung menuju Pringsewu Bersahaja (Berdayasaing, Harmonis dan Sejahtera)” tuturnya.
Hal ini menjadi berita gembira bagi masyarakat Kabupaten Pringsewu dan sekitarnya, bahwa kabupaten ini memiliki Kampus Tarbiyah yang terkemuka dan terpercaya sebagai panutan kegiatan pendidikan/pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat khususnya dalam melahirkan para tenaga pendidik masa depan bangsa.
Masyarakat bisa memperiksa secara langsung status akreditasi suatu program studi melalui laman resmi BAN-PT dan memasukkan nama Prodi sebagai kata kunci di https://banpt.or.id/direktori/prodi/pencarian_prodi. (id)

Sabtu, 16 Maret 2019

PMII Cabang Pringsewu Gelar Pelatihan Kader Dasar (PKD)

Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pringsewu menggelar Pelatihan Kader Dasar (PKD) di Aula Gedung PCNU Pringsewu, Kamis (14/3/2019).
Pelatihan Kader Dasar ke III ini dihadiri oleh Wakil Bupati Pringsewu Dr. Hi. Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A., C.M.A, Ketua IKA PMII Pringsewu Hi. Sulaiman Adnan, M.H., MM., Ketua Mabincab PMII Feri Wahyudi, M.Pd.I., Ketua Cabang PMII Pringsewu M. Toha Ashiddiqi serta para senior, di antaranya Dwi Rohmadi Mustofa, M.Pd., yang juga Ketua STIT Pringsewu.


Ketua Cabang PMII Pringsewu M. Toha Ashiddiqi dalam sambutannya menjelaskan Pelatihan Kader Dasar ke III sebagai kaderisasi formal di PMII yang bertujuan untuk menciptakan kader mujahid.
Lebih lanjut, Diki, begitu ia biasa disapa, meengatakan, PMII Pringsewu setiap angkatan tahun kaderisasi selalu mengalami peningkatan secara kuantitas kader, dan ini tentu harus diimbangi dengan peningkatan kualitas kader. 
“Dengan terus meningkatnya jumlah kader PMII di Pringsewu, kami juga merasa perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas,” ucap mahasiswa semester 6 STIT Pringsewu ini.
Ketua IKA PMII Pringsewu Hi. Sulaiman Adnan, MM., MH., berharap kepada pengurus cabang agar terus menggenjot kaderisasi dan meningkatkan kekompakan dan melakukan inovasi dalam kaderisasi agar apa yang menjadi tujuan dari kaderisasi bisa tercapai dan senantiasa bisa menjadi kader PMII yang bermanfaat kepada masyarakat luas.


Sementara itu Wakil Bupati Pringsewu Dr. Hi. Fauzi, dalam arahannya mengatakan, atas nama pemerintah daerah akan selalu mensupport kegiatan-kegiatan keorganisasian yang di Kabupaten Pringsewu. Selain itu, Fauzi juga menyarankan agar anggota dan pengurus PMII terus menjalain komunikasi yang baik dengan semua kalangan.
“Apa yang dikerjakan hari ini tentu akan berdampak pada kehidupan akan datang, jadi kader PMII itu harus selalu mampu menjaga integritas dan selalu melakukan inovasi-inovasi dalam pengkaderan, sehingga kader PMII bisa menjawab tantangan zaman”, kata Doktor Alumni S3 UGM tersebut.

Rabu, 06 Maret 2019

Minggu, 24 Februari 2019

Kegiatan Warga Kelurahan Labuhanratu

Pembinaan PKK

Kegiatan Warga Kelurahan Labuhanratu, Bandarlampung

Pembinaan PKK
Pembinaan PKK

Aktivitas Warga Kelurahan Labuhanratu, Bandarlampung

Menghadiri peresmian underpass Unila (Jln. Zainal Abidin Pagar Alam - Jln. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro)
Seremoni peresmian underpass Simpang Unila (Jln. Zainal Abidin Pagar Alam - Jln. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro)
Acara peresmian underpass Unila (Jln. Zainal Abidin Pagar Alam - Jln. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro). Semoga bermanfaat, aman dan nyaman bagi pengguna jalan.

Jumat, 03 Agustus 2018

KEGIATAN STIT PRINGSEWU

Rapat Dosen STIT Pringsewu, 2 Juli 2018
 Rapat Dosen STIT Pringsewu, 2 Juli 2018
Rapat Dosen STIT Pringsewu, 2 Juli 2018  
Rapat Dosen STIT Pringsewu,  10 Juli 2018 
 Rapat Dosen STIT Pringsewu, 10 Juli 2018 

 Rapat Dosen STIT Pringsewu, 2 Juli 2018

Kamis, 21 Juni 2018

Halalbilhalal Keluarga Besar Yayasan Pendidikan Startech Lampung

Dalam Idul Fitri 1439 Hijriyah, keluarga besar Yayasan Pendidikan Startech mengadakan halal bilhalal di rumah Bapak Dr. Hi. Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., CA., Jalan Sakti Raya Kelurahan Pringsewu Barat Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Senin (18/6/2018). 
Acara halal bilhalal ini diikuti seluruh dosen, para guru, staf, serta pegawai di lingkungan Yayasan Pendidikan Startech yang menaungi Kampus STMIK Pringsewu, STIT Pringsewu, STIT Multazam, STEBI Tanggamus, STIE Lampung Timur, SMK Grafika, dan beberapa lembaga lainnya. “Taqabbalallahu Minna wa Minkum, Mohon Maaf Lahir dan Batin,” ujar Dr. Hi. Fauzi yang juga Wakil Bupati Pringsewu ini di awal sambutannya.
Ia menyampaikan, bila ada salah mohon dapat dibuka pintu maaf sebesar-besarnya, dan dapat kembali lagi dari nol dengan memberikan maaf lahir dan batin, secara tulus dan ikhlas.
Acara ini dihadiri seluruh pimpinan lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Startech dan seluruh pegawai yang berjumlah kurang lebih 300 orang.

 Dr. Hi. Fauzi mengatakan, halal bilhalal kini seakan telah menjadi budaya umat Islam dan masyarakat di seluruh Nusantara. Acara seeperti ini guna lebih meningkatkan persaudaraan dan tali silaturahiem terhadap sesama, sebangsa, dan setanah air.
“Mari kita maknai silaturahmi ini dengan menambah erat persaudaraan di antara kita. Mari kita tingkatkan ukhuwah Islamiyah. Mari kita mulai dari nol, kita dapat lebih cermat dan lebih baik lagi. semoga lembaga pendidikan kita menjadi makin solid dan dapat terus melayani masyarakat dengan baik,” ucap alumnus S3 UGM ini.

Di akhir acara, dengan mengenakan kemeja krim dan celana coklat, serta memakai peci hitam, Dr. Hi. Fauzi beserta istri bersalaman dengan seluruh dosen, staf, dan pegawai di lingkungan Yayasan Pendidikan Startech yang hadir.
“Semoga ke depan kita bisa makin baik lagi, meningkatkan kualitas kerja, mendorong kebersamaan dan menghasilkan sinergitas yang baik setelah Hari Raya Idul Fitri,” tuturnya. (id/drm)

Rabu, 09 Mei 2018

BAZAR KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA STIT PRINGSEWU

Mahasiswa STIT Pringsewu menggelar bazar aneka produk di Balai Pekon Podomoro, Kecamatan Pringsewu, selama tiga hari, Jumat (20/4) hingga Minggu (22/4).
Kegiatan ini selain merupakan tugas dalam mata kuliah Kewirausahaan yang diampu Dedi Irawan, juga ajang menggali dan mengembangkan potensi diri, mengidentifikasi potensi pasar, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ketua Panitia Pelaksana, Fuad mengatakan, melalui bazar ini pihaknya berharap mendapat pengetahuan dan keterampilan tentang bagaimana praktik berwirausaha yang baik.
Saat membuka bazar, Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi Mustofa, M.Pd., menyatakan, STIT Pringsewu memiliki ciri khas yaitu membekali mahasiswa dengan berbagai keterampilan lunak, antara lain kemampuan adaptasi terhadap perubahan lingkungan strategis.
“Praktik kewirausahaan ini dalam rangka mengasah kemampuan dan sekaligus mengenali potensi diri sehingga nantinya mahasiswa dapat memiliki beragam keterampilan yang bermanfaat saat terjun di tengah masyarakat,” tuturnya.

Dwi Rohmadi menambahkan, mahasiswa diharapkan tekun mencermati potensi yang ada di sekitar, dan secara kreatif dan inovatif memberikan nilai tambah terhadap suatu produk maupun jasa.
“Kewirausahaan ini bukan hanya membuat produk dan memasarkannya, tetapi lebih dari itu. Kewirausahaan adalah keterampilan lunak yang bermanfaat bagi mahasiswa nantinya. Kembangkan sektor jasa yang dibutuhkan masyarakat. Teruslah berlatih dan berfikir di luar kotak (out of the box),” jelasnya.
Ketua STIT Pringsewu ini mencontohkan, sektor jasa di masa depan sangat terbuka lebar. “Bisa saja para mahasiswa ini nantinya membuka biro perjalanan wisata ke bulan. Memang saat ini sepertinya tidak mungkin, tetapi saya yakin di masa depan hal itu bisa terjadi,” kata dia.
Dalam acara pembukaan ini dihadiri juga oleh Wakil Ketua I STIT Pringsewu Moh. Masrur, M.Pd.I, aparatur pekon Hendrawan, para dosen, mahasiswa, dan warga masyarakat sekitar. (darma)

Selasa, 08 Mei 2018

Mahasiswa STIT Pringsewu Dibekali Keterampilan Membuat Multimedia Interaktif

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pringsewu menggelar seminar dan workshop multimedia pembelajaran interaktif.
Seminar yang digelar di aula kampus setempat itu dihadiri Kepala Kemenag Pringsewu Drs H. M Yusuf, MM, Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi Mustofa, M. Pd, Perwakilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung Dra. Nilawati dan Koimah, SH., MM., Didik Sri Utama, M.Pd., beserta dosen dan staf STIT Pringsewu, Rabu (25/4).

Ketua STIT Pringsewu, Dwi Rohmadi dalam sambutannya mengatakan, seminar dan workshop ini merupakan ajang memperkaya khazanah mahasiswa dan membekali mereka dengan keterampilan membuat media atau multimedia yang interaktif dan menyenangkan. Sebab, menurut dia, di era teknologi informasi sekarang, mahasiswa harus adaptif terhadap perubahan masa depan, dan juga harus mampu memetakan apa yang terjadi di masa depan.
“Mahasiswa harus dapat memanfaatkan media dari sisi positif. Mahasiswa Tarbiyah, sebagai calon pendidik di masa yang akan datang, merupakan pembaharu, dan penanam nilai moral masa depan,” ujarnya.
Menurut Dwi Rohmadi, mahasiswa harus mempunyai keterampilan membuat media pembelajaran yang interaktif, sehingga pembelajaran yang dilaksanakan bisa efektif, efisien, serta menggembirakan.
Media, lanjut Dwi Rohmadi, merupakan bagian penting dari komponen pembelajaran, sesuai dengan tujuh komponen pendidikan yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan lainnya, yaitu, guru, siswa, tujuan kurikulum, media, metode, materi, dan evaluasi.


Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu, M Yusuf, mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini, karena dirasa perlu dalam dunia pendidikan, sehingga mahasiswa mampu berkiprah dan mengaplikasikannya ke masyarakat.
“Ke depan, kita upayakan menjalin kerjasama dalam menjalani pembinaan keagamaan dalam masyarakat,” ujarnya.
Ruly Nadian Sari, sebagai dosen pengampu mata kuliah media pembelajaran, berharap agar mahasiswa lebih termotivasi dan lebih menggali pengetahuan dan wawasan yang lebih luas.
“Sebab, kalau hanya mengandalkan perkuliahan dalam kelas, itu dimungkinkan kurang cukup dalam membekali para mahasiswa ke depannya. Kita menganut long life education, pendidikan sepanjang hayat, karena pengetahuan didapat dari siapapun, kapanpun, dan di manapun, termasuk kegiatan seminar ini,” jelasnya. (darm)

Bentengi Generasi Muda dari Pengaruh Ideologi Radikal

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pringsewu menggelar Seminar Kebangsaan bertajuk “Memperkuat Nasionalisme di Tengah Perubahan Global” yang berlangsung di Aula kampus setempat, Kamis (26/4/2018) siang.

Seminar Kebangsaan yang dimoderatori oleh Muhammad Masrur, M.Pd.I ini menghadirkan lima narasumber yaitu Komandan Kodim 0424 Tanggamus Letkol Arh. Anang Hasto Utomo, S.IP; Kepala Biro Operasi Polda Lampung Kombes Pol. Yosi Hariyoso; Mantan Komandan NII Ken Setiawan; Kepala Kesbangpol Kabupaten Pringsewu Sukarman, S.Pd dan Akademisi STIT Pringsewu Hi. Salamun Mohammad Abror, M.Pd.I.
Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi Mustofa, M.Pd mengungkapkan, bahwa penguatan wawasan kebangsaan memerlukan peran seluruh komponen bangsa dan tidak terkecuali peran seluruh perguruan tinggi. STIT Pringsewu sebagai perguruan tinggi di Lampung, juga memiliki tanggungjawab turut serta dalam upaya penguatan wawasan kebangsaan.
Lebih lanjut, Dwi Rohmadi mengatakan, dalam rangka mencegah sikap radikal yang negatif, STIT Pringsewu menyelenggarakan seminar kebangsaan ini sebagai implementasi tridarma perguruan tinggi.


Pria yang juga Sekretaris PWLP Ma'arif NU Lampung ini menambahkan, penguatan wawasan kebangsaan merupakan strategi yang harus dilakukan dalam rangka mencegah paham radikalisme yang mengarah ke aksi destruktif. Wawasan kebangsaan akan memperkuat jatidiri bangsa dengan falsafah Pancasila di tengah-tengah masyarakat sebagai modal sosial dan kultural mencegah paham radikal dan menyimpang dari nilai-nilai luhur budaya bangsa (Muhammad Idris)