Selasa, 11 Oktober 2011

MEWUJUDKAN KOMPETENSI WARTAWAN

(Artikel ini dimuat Radar Lampung, Jumat, 14 Oktober 2011) 



Beberapa pekan belakangan ini cukup banyak kegiatan menonjol di kalangan wartawan di Lampung; Sekolah Jurnalisme Indonesia, Uji Kompetensi Wartawan, dan Konferenci Cabang Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Muara dari semua aktivitas tersebut adalah profesionalisme wartawan.
TULISAN ini bermaksud urun rembug, dari perspektif awam. Harapannya, memberikan umpan balik yang bermakna bagi kewartawanan dan pengelola media. Sedangkan bagi masyarakat, kiranya dapat menjadi informasi dan pemahaman akan profesi wartawan.
Profesi wartawan adalah profesi yang unik. Meskipun secara umum, dapat dipandang sama dengan profesi lainnya. Keunikan profesi wartawan tampak pada fungsinya. Prinsip universal bagi dedikasi kerja wartawan adalah kepada kemanusiaan, kepentingan bangsa dan negara.
Dalam praktiknya, untuk mewujudkan sajian berita, kerja wartawan itu melibatkan unsur keterampilan, seni, pengetahuan dan keahlian, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, dan mendesain sajian sehingga enak dibaca oleh pelanggannya. Tanpa perpaduan berbagai elemen tersebut, maka karya jurnalistik yang dihasilkan kemungkinan kurang bermanfaat, dangkal, dan hambar. (*****lanjut)

Tidak ada komentar: